Gawat! Dunia Bisa Alami Krisis Energi Seperti Tahun 1970-an

Jum'at, 04 Maret 2022 - 13:47 WIB
loading...
A A A
JPMorgan memperkirakan bahwa 66% minyak Rusia sedang berjuang untuk menemukan pembeli, dan bahwa harga minyak mentah bisa mencapai USD185 per barel pada akhir tahun jika pasokan minyak Rusia tetap terganggu.

"Ini bisa menjadi krisis terburuk sejak embargo minyak Arab dan revolusi Iran pada 1970-an," kata Yergin. Kedua peristiwa tersebut merupakan kejutan minyak utama dalam dekade itu.

Pada tahun 1973, produsen minyak Timur Tengah memutus pasokan dari AS dan negara-negara Barat lainnya sebagai pembalasan karena membantu Israel selama perang Arab-Israel tahun itu. Pasar segera kekurangan pasokan, dan orang Amerika mengantre di pompa bensin untuk membeli bensin yang harganya meroket. Kejutan lainnya adalah akibat dari revolusi Iran 1978-1979, yang berujung pada penggulingan Syah Iran.

Perusahaan minyak besar, seperti BP dan Exxon Mobil telah mengatakan mereka keluar dari usaha Rusia. Harga minyak mentah Ural Rusia telah turun tajam, dibandingkan dengan patokan minyak mentah Brent internasional.

"Apa yang belum pernah kami lihat sebelumnya adalah masalah reputasi besar juga, perusahaan yang tidak ingin berbisnis dengan Rusia," kata Yergin. Perusahaan minyak melepaskan investasi besar, di mana mereka mungkin telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan operasi dan mempekerjakan ratusan orang di Rusia.

Yergin mengatakan gangguan akan datang ketika pasar sudah dipasok dengan ketat. OPEC+, aliansi antara OPEC, Rusia dan sejumlah negara lainnya, memutuskan untuk melanjutkan rencana produksi mereka saat ini. Mereka mengembalikan sekitar 400.000 barel per hari ke pasar setiap bulan sampai mereka mencapai target pada bulan Juni.

Hal lain yang akan menambah derita negara konsumen energi Rusia adalah lonjakan harga gas alam. Eropa tercatat adalah pelanggan terbesar untuk minyak dan gas Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Rekomendasi
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved