Mendag Akui Ekspor Pangan Olahan Alami Perlambatan

Senin, 15 Juni 2020 - 23:00 WIB
loading...
Mendag Akui Ekspor Pangan...
Ilustrasi industri pengolahan ikan
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat ekspor produk pangan olahan asal Indonesia mengalami perlambatan. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, industri pangan olahan saat ini sedang menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat akibat pandemi Covid-19.

"Penyebabnya berbagai kebijakan seperti pembatasan sosial atau lockdown dan karantina wilayah yang diberlakukan oleh banyak negara tujuan ekspor, termasuk negara pemasok bahan baku di dunia," kata Agus di Jakarta, Senin (15/6/2020). (baca juga : Ekonomi Global Belum Pulih, Penurunan Ekspor Akan Terus Berlanjut )

Dia melanjutkan, pangan olahan Indonesia merupakan produk yang prospektif dalam mendukung sektor perdagangan mengingat produk ini sangat dibutuhkan dunia. Diantaranya untuk meningkatkan imunitas dan stamina kesehatan masyarakat terutama pada masa pandemi ini.

"Hal ini terlihat dari nilai ekspor pangan olahan Indonesia ke dunia yang meningkat 7,9% pada periode Januari sampai April 2020, atau sebesar USD1,33 miliar," ungkapnya.

Dia pun merinci ekspor pangan olahan Indonesia pada periode Januari-April 2020 meliputi produk-produk seperti olahan makanan, olahan udang, olahan ikan, olahan kepiting, dan konsentrat dari kopi cukup tinggi. Adapun, negara tujuan ekspor terbesar produk pangan olahan pada tahun 2019 antara lain Filipina, Amerika Serikat, Malaysia, China, dan Jepang.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Rekomendasi
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved