Menegangkan, Tiga Senjata Putin Balas Gempuran AS dan Eropa

Kamis, 10 Maret 2022 - 14:39 WIB
loading...
Menegangkan, Tiga Senjata...
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi lokasi pembangunan Badan Antariksa Nasional Negara Khrunichev, di Moskow, Rusia 27 Februari 2022. FOTO/Sputnik/Sergey Guneev/Kremlin via REUTERS
A A A
JAKARTA - Kremlin menyerukan perang ekonomi usai digempur lewat sanksi ekonomi setelah Moskow melakukan invasi ke Ukraina . Senjata disiapkan Rusia membalas serangan yang telah diluncurkan Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Rusia menyebut sanksi tersebut sebagai bentuk perang yang harus dibalas lebih menyakitkan. Sejumlah serangan yang diluncurkan barat mulai dari pembekuan aset pribadi, larangan impor minyak dan gas (migas) hingga pemutusan hubungan bisnis komersil.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Barat: Sanksi Kami Akan Lebih Menyakitkan

Presiden Rusia Vladimir Putin bergerak cepat akan menggelar kembali pertemuan membalas gempuran dari barat dan sekutunya. Dilansir dari Reuters, berikut senjata Putin perang melawan sanksi AS dan Eropa.

1. 36 Negara Dilarang Terbang di Langit Rusia

Rusia melarang maskapai dari 36 negara termasuk Jerman, Inggris, Spanyol, Italia dan Kanada melintas di wilayah udara Rusia. Langkah tersebut sebagai balasan Rusia atas sanksi larangan terbang di kawasan udara Inggris dan sekutunya.

2. Pangkas Impor Gas Eropa

Kremlin mengultimatum akan memangkas pasokan gas ke Eropa. Rencana pemotongan akan dilakukan di jalur pipa gas Nord Stream yang membentang di Laut Baltik. Jaringan pipa gas laut yang terdiri dari Nord Stream 1 dan 2 itu membentang dari Rusia hingga Jerman. Ancaman Rusia tersebut membuat Eropa kalang kabut. Sebagaimana diketahui, Rusia memasok sepertiga gas bumi ke Eropa.

Baca Juga: Pertarungan Makin Sengit, Rusia Siapkan Senjata Gempur Ekonomi AS

3. Larang Ekspor Bahan Mentah

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengeluarkan dekrit ekonomi khusus larangan impor dan ekspor bahan mentah tertentu. Adapun dekrit tersebut untuk memastikan keamanan Rusia. Namun Kremlin hingga kini belum menentukan bahan mentah apa saja yang dilarang. Presiden Putin akan menggelar rapat terbatas untuk membalas berbagai sanksi yang dijatuhkan Eropa dan AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Resepsi Jennifer Coppen...
Resepsi Jennifer Coppen dan Justin Hubner Curi Perhatian, Tema Kartu Remi Bikin Salfok
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
Berita Terkini
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved