Sejumlah Perusahaan Dunia Tetap Bercokol di Rusia: Demi Kemanusiaan atau Cuan?
Jum'at, 11 Maret 2022 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Pilihan KFC dan Burger King berseberangan dengan rivalnya, McDonald yang sudah cabut dari Rusai. Begitu pula dengan Coca Cola.
![Sejumlah Perusahaan Dunia Tetap Bercokol di Rusia: Demi Kemanusiaan atau Cuan?]()
Yum Brands, pemilik KFC dan Pizza Hut, kemudian mengungkapkan "pledoinya" karena tak menarik diri dari Rusia. Gergasi "gegaresan" asal Amerika itu mengatakan bahwa mereka akan mengalihkan semua keuntungannya di Rusia untuk program kemanusiaan. Yum Brand memiliki sekitar 1.000 gerai KFC dan 50 restoran Pizza Hut di Rusia yang sebagian besar dijalankan oleh pemegang waralaba.
Entah kebetulan atau tidak, alasan yang sama diungkap oleh Burger King. Raja burger, lagi-lagi dari Amerika, menyatakan akan mengalihkan cuannya dari 800 lebih waralabanya di Rusia untuk upaya kemanusiaan. Termasuk komitmen menyumbangkan USD3 juta dolar untuk pengungsi Ukraina.
Danone, perusahaan asal Perancis, juga mengambil sikap serupa dengan tiga perusahaan di atas. Meski mengatakan tak akan lagi menambah investasi baru di Rusia, Danone terus menjual susu, botol air, dan makanan bayi di negara itu.
"Sangat mudah untuk ditarik ke dalam pemikiran hitam-putih dan posisi demagogis. Kami memiliki tanggung jawab kepada orang-orang yang kami beri makan, para petani yang memberi kami susu, dan puluhan ribu orang yang bergantung pada kami," kata Kepala Eksekutif Danone Antoine de Saint-Affrique kepada Financial Times.
Masih dari Amerika juga, raksasa kepulan asap, Philip Morris International, tetap beroperasi di Rusia. Di Rusia Philip Morris adalah salah satu perusahaan rokok asing yang menanggok pendapatan terbesar di 2020. Anehnya, Philip malah menangguhkan operasionalnya di Ukraina.

Yum Brands, pemilik KFC dan Pizza Hut, kemudian mengungkapkan "pledoinya" karena tak menarik diri dari Rusia. Gergasi "gegaresan" asal Amerika itu mengatakan bahwa mereka akan mengalihkan semua keuntungannya di Rusia untuk program kemanusiaan. Yum Brand memiliki sekitar 1.000 gerai KFC dan 50 restoran Pizza Hut di Rusia yang sebagian besar dijalankan oleh pemegang waralaba.
Entah kebetulan atau tidak, alasan yang sama diungkap oleh Burger King. Raja burger, lagi-lagi dari Amerika, menyatakan akan mengalihkan cuannya dari 800 lebih waralabanya di Rusia untuk upaya kemanusiaan. Termasuk komitmen menyumbangkan USD3 juta dolar untuk pengungsi Ukraina.
Danone, perusahaan asal Perancis, juga mengambil sikap serupa dengan tiga perusahaan di atas. Meski mengatakan tak akan lagi menambah investasi baru di Rusia, Danone terus menjual susu, botol air, dan makanan bayi di negara itu.
"Sangat mudah untuk ditarik ke dalam pemikiran hitam-putih dan posisi demagogis. Kami memiliki tanggung jawab kepada orang-orang yang kami beri makan, para petani yang memberi kami susu, dan puluhan ribu orang yang bergantung pada kami," kata Kepala Eksekutif Danone Antoine de Saint-Affrique kepada Financial Times.
Masih dari Amerika juga, raksasa kepulan asap, Philip Morris International, tetap beroperasi di Rusia. Di Rusia Philip Morris adalah salah satu perusahaan rokok asing yang menanggok pendapatan terbesar di 2020. Anehnya, Philip malah menangguhkan operasionalnya di Ukraina.
Lihat Juga :