AS-China Tegang, Mendag Ajak Investor Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia

Selasa, 16 Juni 2020 - 21:51 WIB
loading...
AS-China Tegang, Mendag...
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perang dagang Amerika Serikat dan China membuat beberapa perusahaan multinasional ingin melakukan relokasi pabrik. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menggaet para investor merelokasikan pabriknya ke Indonesia.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan terus melakukan komunikasi dengan investor asing. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan komunikasi ini bertujuan untuk menggaet investor asing yang berencana merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Dalam komunikasi ini, Agus mengatakan pihaknya akan memanfaatkan perang dagang Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dalam menggaet investor asing untuk masuk ke Indonesia. Baca: Buka Keran Ekspor APD, Mendag: Ini Peluang Ekonomi

"Jadi ketegangan AS dan China, banyak peluang yang bisa diambil. Ada beberapa perusahaan ingin merealokasi kegiatan pabriknya di Indonesia. Dibalik semua situasi ini, ada peluang yang kita dapat. Situasi saat ini memang sulit tapi jangan menyerah. Harus semangat, kita terus melakukan komunikasi yang intens," ujar Mendag Agus di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Untuk menggaet para investor asing itu, pihaknya akan terus melakukan beberapa perjanjian internasional. "Dalam komunikasi perdagangan ini, kami terus membahas proses perjanjian internasional," ujarnya.

Agus mengakui bahwa pandemi Covid-19 membuat pembahasan perjanjian dagang internasional mengalami perlambatan, namun tidak membuat perjanjian dagang batal dilakukan.

"Memang (perjanjian) ini terhambat karena prosesnya memerlukan waktu panjang. Biasanya ketemu fisik dan membahas negosiasi seperti G20 dengan China, Jepang dan negara lainnya. Tapi sekarang menggunakan video conference tapi enggak membuat negosiasi batal," ujarnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Buka BRImo, Langsung...
Buka BRImo, Langsung Jadi Investor Syariah bareng Syailendra Capital!
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Di Depan Investor Asing,...
Di Depan Investor Asing, Purbaya Janji Bereskan Hambatan Investasi di RI
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved