Menparekraf Sandiaga: Program Vaksin Indonesia Sudah Diakui Dunia

Senin, 28 Maret 2022 - 11:48 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga: Program Vaksin Indonesia Sudah Diakui Dunia
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, kesuksesan penyelenggaraan vaksinasi merupakan kunci untuk masuk menuju tatanan ekonomi baru. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, kesuksesan penyelenggaraan vaksinasi merupakan kunci untuk masuk menuju tatanan ekonomi baru.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Penggerak Ekonomi Nasional

Menparekraf Sandiaga mengatakan program vaksinasi dan pengendalian COVID-19 di Indonesia telah diakui dunia dan menjadi best practice yang berdampak pada mulai meningkatnya perekonomian.

"Program vaksin kita sudah diakui oleh dunia, dan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya ekonomi baru pascapandemi, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dengan semakin terbukanya lapangan kerja," Kata Menteri Sandiaga dalam keterangannya, dikutip Senin (28/3/2022).

Menurut data Kementerian Kesehatan, progres vaksinasi COVID-19 di tanah air sampai dengan saat ini telah mencapai 195,57 juta dosis yang diberikan untuk vaksinasi dosis pertama atau sebesar 93,89 persen dari target nasional.

Baca Juga: Kebijakan Bebas Karantina dan VoA Berpotensi Dongkrak Kunjungan Wisman

Sebanyak 156,74 juta dosis juga telah diberikan untuk vaksinasi dosis kedua atau sebesar 75,66 persen dari target nasional, serta telah diberikan sebanyak 19,65 juta dosis atau sebesar 9,44 untuk vaksinasi ketiga (booster).

"Ini akan terus kita geber, gaspol, dengan penangan COVID-19 yang lebih baik. Karena kedisiplinan kita, kegiatan dan aktivitas ekonomi kreatif bisa diselenggarakan, jangan kasih kendor protokol kesehatan," ujarnya.

"Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Program vaksinasi ini merupakan salah satu strategi kita untuk dapat mempercepat tercapainya herd immunity bagi masyarakat Indonesia," tandasnya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1993 seconds (11.252#12.26)