Beli Gas Rusia Wajib Pakai Rubel, Jerman dan Austria Siapkan Kondisi Darurat

Kamis, 31 Maret 2022 - 15:18 WIB
loading...
Beli Gas Rusia Wajib...
Jerman dan Austria telah mempersiapkan rencana darurat atas kemungkinan gangguan pasokan gas di tengah kebuntuan pembayaran dengan Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Jerman dan Austria telah mempersiapkan rencana darurat atas kemungkinan gangguan pasokan gas di tengah kebuntuan pembayaran dengan Rusia. Seperti diketahui Moskow menuntut negara-negara 'tidak ramah' untuk membayar gasnya dengan rubel mulai 31 Maret 2022.

Tetapi Uni Eropa yang kebanyakan membayar dalam euro, menolak gagasan itu. Rusia kemudian tampaknya melunakkan sikapnya, dengan mengatakan pada hari Rabu pembayaran rubel akan diperkenalkan secara bertahap.

Baca Juga: 4 Negara Pemasok Gas Alam Terbesar ke Uni Eropa, No 1 Lagi Perang

Di sisi lain Jerman dan Austria telah mengambil langkah pertama menuju penjatahan gas. Jerman mendesak konsumen dan perusahaan untuk mengurangi konsumsi untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan pasokan gas.

Sementara Austria mengatakan, pihaknya memperketat pemantauan pasar gas. Jerman sendiri mendapat sekitar setengah gasnya dan sepertiga minyaknya dari Rusia dan telah memperingatkan bahwa mereka bisa menghadapi resesi jika pasokan tiba-tiba berhenti.

Negara tetangga Austria lebih bergantung pada Rusia untuk gas, dimana negara itu mendapatkan sekitar 80% pasokannya dari Negeri Beruang Merah -julukan Rusia-. Kanselir Austria, Karl Nehammer mengatakan, langkah-langkah seperti penjatahan gas hanya akan diterapkan saat "krisis langsung".

Baca Juga: Eropa Terpecah Soal Sanksi Embargo Minyak dan Gas Rusia

Di bawah rencana darurat gas, 'fase peringatan dini' telah dimulai oleh Jerman dan Austria. Pertama dari tiga langkah yang dirancang untuk mempersiapkan negara itu menghadapi potensi kekurangan pasokan gas tengah disusun. Pada tahap akhir, pemerintah akan menerapkan penjatahan gas.

Menteri ekonomi Jerman, Robert Habeck mengatakan, pasokan gas di negara untuk saat ini masih terjaga. Tetapi Ia mengutarakan, pihaknya bakal meningkatkan langkah-langkah pencegahan jika terjadi eskalasi oleh Rusia.

Kepala regulator jaringan Jerman Bundesnetzagentur, Klaus Müller menerangkan, tujuan dari peringatan dini adalah untuk menghindari penurunan pasokan. Dia mendesak konsumen dan industri untuk mempersiapkan "semua skenario".

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Rankings 2026
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved