Pandemi Terkendali, Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara di Sulsel Meningkat
Selasa, 05 April 2022 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu kita harapkan kondisi ini semakin membaik sehingga pendapatan negara semakin membaik dan perekonomian kembali normal," imbuhnya.
Meski demikian, terdapat risiko global karena ancaman geopolitik dan perang yang terjadi saat ini antara Rusia dan Ukraina, di mana hal itu berpengaruh pada kenaikan harga pangan dan energi.
Hal ini mengakibatkan pada respons pengerakan kebijakan moneter yang berpengaruh pada volatilitas arus modal, nilai tukar dan sektor keuntungan sehingga melemahkan pemulihan ekonomi global.
Alhasil, normalisasi kebijakan moneter The Fed dan konflik Rusia Ukraina berdampak pada APBN melihat kenaikan komoditas serta kenaikan cost of fund.
Baca Juga: Awal Tahun, Realisasi Belanja Negara di Sulsel Capai Rp3,03 Triliun
Sementara itu, Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulsel (DJPb Sulsel), Syaiful menambahkan, dari sisi indeks belanja negara menunjukkan kinerja yang baik melihat Pagu yang disiapkan sebesar Rp48,34 triliun terealisasi sebesar Rp5,75 triliun atau mencapai indeks 11,90 persen.
Meski demikian, terdapat risiko global karena ancaman geopolitik dan perang yang terjadi saat ini antara Rusia dan Ukraina, di mana hal itu berpengaruh pada kenaikan harga pangan dan energi.
Hal ini mengakibatkan pada respons pengerakan kebijakan moneter yang berpengaruh pada volatilitas arus modal, nilai tukar dan sektor keuntungan sehingga melemahkan pemulihan ekonomi global.
Alhasil, normalisasi kebijakan moneter The Fed dan konflik Rusia Ukraina berdampak pada APBN melihat kenaikan komoditas serta kenaikan cost of fund.
Baca Juga: Awal Tahun, Realisasi Belanja Negara di Sulsel Capai Rp3,03 Triliun
Sementara itu, Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulsel (DJPb Sulsel), Syaiful menambahkan, dari sisi indeks belanja negara menunjukkan kinerja yang baik melihat Pagu yang disiapkan sebesar Rp48,34 triliun terealisasi sebesar Rp5,75 triliun atau mencapai indeks 11,90 persen.
Lihat Juga :