Babak Baru Sanksi Energi Rusia: Uni Eropa Usul Larang Impor Batu Bara

Rabu, 06 April 2022 - 04:51 WIB
loading...
Babak Baru Sanksi Energi...
Meningkatnya bukti kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina telah mendorong komisi Eropa untuk mengusulkan batu bara ditambahkan ke paket sanksi kelima terhadap Moskow. Foto/Dok
A A A
LUXEMBOURG - Komisi Eropa akan mengusulkan pelarangan batu bara Rusia sebagai bagian dari babak baru sanksi terhadap Kremlin atas invasinya ke Ukraina.

Dua pejabat Uni Eropa, yang tidak ingin disebutkan namanya karena sensitivitas pembicaraan, mengatakan kepada CNBC Selasa bahwa eksekutif Uni Eropa akan mengusulkan batu bara dimasukkan dalam sanksi terbaru.

Baca Juga: Daftar Produk Rusia yang Diboikot Usai Invasi ke Ukraina

Menjatuhkan sanksi pada sektor energi Rusia telah menjadi tantangan bagi Uni Eropa mengingat tingginya tingkat ketergantungan yang dimiliki beberapa negara anggota terhadap pasokan energi negara berjuluk Beruang Merah tersebut.

Menurut data dari kantor statistik Eropa, Uni Eropa mengimpor 19,3% batu baranya dari Rusia pada tahun 2020. Selain itu 36,5% pasokan minyak Eropa berasal dari Rusia pada tahun yang sama, serta 41,1% untuk gas alamnya.

Namun meningkatnya bukti kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina telah mendorong komisi untuk mengusulkan batu bara ditambahkan ke paket sanksi kelima terhadap Moskow.

Serangkaian langkah-langkah baru akan dibahas oleh duta besar Eropa pada hari Rabu, waktu setempat. Persetujuan akhir dari sanksi tidak akan terjadi sampai pembicaraan selesai dilakukan, dan proposal masih bisa berubah.

Ada tekanan yang meningkat di Eropa untuk menargetkan sektor energi Rusia, terutama karena negara-negara pengimpor energi terus menambah peti perang Presiden Vladimir Putin dengan pendapatan minyak dan gas setiap hari.

Namun masalah ini memecah belah Uni Eropa dengan beberapa negara mendukung pelarangan impor energi Rusia, sementara yang lain berpendapat bahwa langkah seperti itu akan merugikan ekonomi mereka sendiri lebih dari Rusia.

Baca Juga: Ekonomi Rusia Mulai Retak, Begini Proyeksi Para Ekonom

Presiden Prancis Emmanuel Macron, misalnya mengatakan bahwa blok Eropa harus melanjutkan sanksi terhadap minyak dan batu bara Rusia setelah laporan kekejaman di kota-kota yang dekat dengan Ibukota Ukraina Kyiv.

Lain lagi dengan Jerman yang tampaknya kurang yakin bahwa langkah seperti itu, terutama ketika menyangkut pasokan gas alam.

"Kami ingin dalam waktu singkat mengurangi ketergantungan pada impor energi Rusia ke Uni Eropa dan Jerman akan mendukung sanksi lebih lanjut terhadap Rusia," kata Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner kepada CNBC di Luksemburg pada hari Senin.

"Kita harus memberi lebih banyak tekanan pada Putin dan kita harus mengisolasi Rusia, kita harus memotong semua hubungan ekonomi dengan Rusia, tetapi saat ini tidak mungkin untuk memutus pasokan gas," paparnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Rekomendasi
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Berita Terkini
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
Infografis
Paket Sanksi Baru Disiapkan...
Paket Sanksi Baru Disiapkan Uni Eropa untuk Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved