SP PLN Dukung Manajemen Lakukan Renegosiasi Kontrak IPP

Senin, 13 April 2020 - 19:38 WIB
loading...
SP PLN Dukung Manajemen...
SP PLN menyatakan dukungannya atas upaya manajemen untuk merenegosiasi kontrak IPP dalam proyek pembangkit 35.000 MW. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja (SP) PLN menyatakan dukungannya atas upaya manajemen PT PLN (Persero) untuk melakukan renegosiasi kontrak IPP (Independence Power Producer) dalam Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW. Langkah itu dinilai perlu untuk mengurangi beban keuangan PLN di tengah situasi darurat penanggulangan wabah corona saat ini.

Ketua Umum SP PLN M Abrar Ali mengatakan, di tengah merebaknya wabah dan penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), PLN telah berkomitmen untuk tetap menerangi negeri dan bahkan memberikan listrik gratis serta diskon untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah tersebut.

Dengan status darurat bencana wabah penyakit tersebut, kata dia, banyak kegiatan di sektor industri dan bisnis tidak dapat beroperasi dengan normal. Hal itu berdampak pada turunnya penjualan atau pemakaian tenaga listrik yang diperkirakan bisa mencapai 6-9% dan menggerus penerimaan PLN.

"Belum lagi dengan adanya kebijakan listrik gratis bagi pelanggan 450 VA subsidi dan diskon 50% bafi pelanggan 900 VA, akan berdampak pada kas PLN. Di sisi lain beban operasi yang harus ditanggung PLN juga terus naik, terutama akibat melemahnya nilai tukar rupiah," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Senin (13/4/2020).

Namun, imbuh Abrar, renegosiasi perlu disiapkan secara matang oleh direksi PLN agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pihak lain dan agar penyediaan tenaga listrik tetap dapat dijalankan secara berkesinambungan. Untuk itu, kata dia, SP PLN juga meminta dukungan dari seluruh mitra kerja baik swasta maupun BUMN, pemerintah dan DPR untuk bekerja sama menjaga kesinambungan industri ketenagalistrikan Indonesia.

SP PLN juga menyuarakan evaluasi internal terkait rencana investasi secara massif, apakah masih relevan dengan perlambatan pertumbuhan yang akan terjadi di tahun ini. Kontrak energi primer, kontrak pengadaan material dan konstruksi menurutnya juga merupakan hal-hal yang harus disoroti dan diperhatikan oleh Direksi PLN demi menyelamatkan keuangan BUMN kelistrikan tersebut.

PLN sebagai BUMN, kata dia, dalam kondisi normal bisa saja meminta suntikan dana dari pemerintah untuk mendukung keuangannya. Namun, dengan kondisi saat ini menurutnya pemerintah tengah membutuhkan dana ekstra untuk hal-hal yang penting lainnya.

"Untuk itu, pengurus dan anggota SP PLN dari Sabang sampai Merauke mendukung langkah-langkah yang ditempuh oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini beserta jajaran direksi lainnya untuk melakukan renegosiasi kontrak IPP guna mengurangi tekanan terhadap likuiditas PLN, terutama yang bersumber dari kontrak IPP, energi primer, pengadaan material dan konstruksi," tegasnya.

Di bagian lain, SP PLN juga menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan anggota SP PLN khususnya dan pegawai PLN pada umumnya untuk berpartisipasi meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada semua lini organisasi serta terus membangun komunikasi dan hubungan industrial yang harmonis dengan manajemen setempat.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skema Power Wheeling...
Skema Power Wheeling Ditolak, SP PLN Apresiasi Sikap Presiden Prabowo
SP PLN Minta Komisi...
SP PLN Minta Komisi VII Periode 2024-2029 Hapus Power Wheeling di RUU EBET
RUU EBET Belum Bisa...
RUU EBET Belum Bisa Disahkan, SP PLN Apresiasi Penolakan Power Wheeling
SP PLN dan Direksi Perkuat...
SP PLN dan Direksi Perkuat Kolaborasi untuk Transisi Energi
SP PLN Tegaskan Dukungan...
SP PLN Tegaskan Dukungan Atas Transisi Energi di May Day 2024
SP PLN: Power Wheeling...
SP PLN: Power Wheeling Bentuk Liberalisasi Pengelolaan Listrik
Daftar Kode Rahasia...
Daftar Kode Rahasia Meteran Listrik PLN untuk Berbagai Merek
Ilmuwan AS Ciptakan...
Ilmuwan AS Ciptakan Varian Covid Baru yang Lebih Mematikan, Netizen Marah Besar
Omicron Berlalu, WHO...
Omicron Berlalu, WHO Pastikan Pandemi Belum Berakhir
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved