Hindari Krisis Gas, Jerman Desak Bank dan Klien Tetap Berbisnis dengan Gazprom
Minggu, 10 April 2022 - 05:04 WIB
loading...
A
A
A
"Konsekuensi sangat parah untuk sistem pasokan energi, tidak hanya dialami Jerman tetapi juga di Eropa," sambungnya.
BNetzA mengkonfirmasi telah mengirimkan surat itu.
Anak perusahaan Gazprom di Eropa berada di bawah tekanan karena klien dan mitra bisnis menolak untuk melakukan bisnis dengan mereka sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina. Situasi ini diramalkan bakal mengguncang pasar energi dari Jerman hingga Inggris dan bahkan Singapura.
Sementara itu Jerman untuk sementara mengambil alih unit – yang memasok energi Wingas GmbH dan perusahaan penyimpanan gas – karena berusaha untuk menjaga keamanan pasokan gas. Gazprom Germania akan berada di bawah perwalian regulator energi Jerman hingga 30 September, seperti disampaikan Menteri Ekonomi Robert Habeck kepada wartawan di Berlin awal pekan ini.
Baca Juga: Panas! Jerman Dikabarkan Ingin Nasionalisasi Anak Usaha Gazprom dan Rosneft
BNetzA mengkonfirmasi telah mengirimkan surat itu.
Anak perusahaan Gazprom di Eropa berada di bawah tekanan karena klien dan mitra bisnis menolak untuk melakukan bisnis dengan mereka sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina. Situasi ini diramalkan bakal mengguncang pasar energi dari Jerman hingga Inggris dan bahkan Singapura.
Sementara itu Jerman untuk sementara mengambil alih unit – yang memasok energi Wingas GmbH dan perusahaan penyimpanan gas – karena berusaha untuk menjaga keamanan pasokan gas. Gazprom Germania akan berada di bawah perwalian regulator energi Jerman hingga 30 September, seperti disampaikan Menteri Ekonomi Robert Habeck kepada wartawan di Berlin awal pekan ini.
Baca Juga: Panas! Jerman Dikabarkan Ingin Nasionalisasi Anak Usaha Gazprom dan Rosneft
Lihat Juga :