Panas! Jerman Dikabarkan Ingin Nasionalisasi Anak Usaha Gazprom dan Rosneft

Sabtu, 02 April 2022 - 07:46 WIB
loading...
Panas! Jerman Dikabarkan...
Jerman dikabarkan berencana menasionalisasi anak usaha Gazprom dan Rosneft di negara tersebut. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Jerman dikabarkan tengah mempertimbangkan prospek pengambilalihan atau nasionalisasi anak perusahaan lokal dari perusahaan energi Rusia Gazprom dan Rosneft. Langkah itu dipicu kekhawatiran atas keamanan energi di tengah sanksi anti-Rusia dan permintaan Moskow untuk pembayaran gas dalam rubel.

Hal ini dilaporkan pada hari Kamis (31/3) oleh harian bisnis Jerman Handelsblatt, yang menyatakan bahwa diskusi tentang masalah tersebut telah diadakan antara pejabat senior Kementerian Ekonomi dan Kanselir Olaf Scholz.

Baca Juga: Gazprom Rusia Menolak Pembelian Gas dengan Dolar AS, India Diminta Beralih ke Euro

Kedua perusahaan tersebut sangat penting untuk pasar energi Jerman. Gazprom Germania mengoperasikan sejumlah fasilitas penyimpanan gas. Sedangkan Rosneft Deutschland adalah salah satu pemain kunci di pasar kilang bensin, diesel, dan minyak tanah di Jerman.

Menanggapi isu tersebut, Rusia bereaksi keras. Moskow menegaskan bahwa langkah itu ilegal dan merupakan pelanggaran hukum internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Rekomendasi
Kapolri Akui Polri Belum...
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Sujud dalam Ayat-ayat...
Sujud dalam Ayat-ayat Al-Qur'an, Mengandung Banyak Makna!
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Berita Terkini
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved