Menko Airlangga Sambut Baik Kerja Sama Ekonomi Digital dengan China
Rabu, 13 April 2022 - 10:37 WIB
loading...
Airlangga menyambut baik adanya MoU kerja sama ekonomi digital dengan RRT karena hal tersebut sejalan dengan agenda utama dalam Presidensi G20 Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kerja sama dagang antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China telah terjalin dengan erat dalam rentang waktu yang lama. Sebagai salah satu satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia, investasi China juga meningkat dan termasuk dalam lima besar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi karena nilai perdagangan yang signifikan hingga mencapai USD 100 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Menko Airlangga saat menerima kunjungan diplomatik dari Duta Besar RRT untuk Indonesia, Lu Kang, Selasa (12/4).
Baca Juga: China Disebut Ngatur-ngatur Indonesia, Luhut: Jangan Asal Ngomong
Pengembangan kerja sama antara kedua negara dan diskusi terkait penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut. Salah satu investasi China yakni terkait hilirisasi industri dan pembukaan politeknik industri memiliki dampak pada peningkatan kapasitas pendidikan.
"Investasi tersebut membuka peluang bagi ekspor Indonesia untuk dapat beralih dari bahan baku menjadi produk olahan. Selain itu, contohnya, investasi Tiongkok yang ramah lingkungan yakni pembangunan industri dan kemitraan dengan Tiongkok di Bintan untuk pengolahan bauksit," ujar Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi karena nilai perdagangan yang signifikan hingga mencapai USD 100 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Menko Airlangga saat menerima kunjungan diplomatik dari Duta Besar RRT untuk Indonesia, Lu Kang, Selasa (12/4).
Baca Juga: China Disebut Ngatur-ngatur Indonesia, Luhut: Jangan Asal Ngomong
Pengembangan kerja sama antara kedua negara dan diskusi terkait penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut. Salah satu investasi China yakni terkait hilirisasi industri dan pembukaan politeknik industri memiliki dampak pada peningkatan kapasitas pendidikan.
"Investasi tersebut membuka peluang bagi ekspor Indonesia untuk dapat beralih dari bahan baku menjadi produk olahan. Selain itu, contohnya, investasi Tiongkok yang ramah lingkungan yakni pembangunan industri dan kemitraan dengan Tiongkok di Bintan untuk pengolahan bauksit," ujar Airlangga.
Lihat Juga :