Kemenperin: Ekspor Industri Logam Dasar dan Makanan Jadi Andalan
Jum'at, 19 Juni 2020 - 11:41 WIB
loading...
Sepanjang Januari-Mei 2020, sektor manufaktur tetap menjadi kontributor paling besar terhadap kinerja ekspor nasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustran (Kemenperin) mencatat industri logam dasar dan industri makanan masih mampu memberikan kontribusi signifikan bagi devisa melalui capaian nilai ekspornya, meskipun di tengah dampak pandemi Covid-19.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang merinci, sepanjang Januari-Mei 2020, sektor manufaktur tetap menjadi kontributor paling besar terhadap kinerja ekspor nasional.
"Catatan positif dari sektor industri logam menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi bisa berjalan baik, dengan mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri serta dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional," kata Agus di Jakarta, Jumat (19/6/2020).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode lima bulan pertama tahun ini, nilai pengapalan industri pengolahan nonmigas melampaui USD51 miliar atau menyumbang hingga 79,25% pada total nilai ekspor nasional yang mencapai USD64,4 miliar. "Kami bertekad untuk terus memacu industri yang berorientasi ekspor guna mendorong roda perekonomian nasional," tegas Menperin.
(Baca Juga: Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi)
Misalnya, industri logam dasar, mampu mencatatkan nilai ekspor yang gemilang pada Januari-Mei 2020 sebesar USD9,2 miliar atau naik 41% dibanding perolehan di periode yang sama tahun 2019 sekitar USD6,5 miliar. Selain itu, industri makanan juga mampu menorehkan kinerja ekspornya secara positif di tengah tekanan imbas pandemi Covid-19.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang merinci, sepanjang Januari-Mei 2020, sektor manufaktur tetap menjadi kontributor paling besar terhadap kinerja ekspor nasional.
"Catatan positif dari sektor industri logam menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi bisa berjalan baik, dengan mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri serta dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional," kata Agus di Jakarta, Jumat (19/6/2020).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode lima bulan pertama tahun ini, nilai pengapalan industri pengolahan nonmigas melampaui USD51 miliar atau menyumbang hingga 79,25% pada total nilai ekspor nasional yang mencapai USD64,4 miliar. "Kami bertekad untuk terus memacu industri yang berorientasi ekspor guna mendorong roda perekonomian nasional," tegas Menperin.
(Baca Juga: Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi)
Misalnya, industri logam dasar, mampu mencatatkan nilai ekspor yang gemilang pada Januari-Mei 2020 sebesar USD9,2 miliar atau naik 41% dibanding perolehan di periode yang sama tahun 2019 sekitar USD6,5 miliar. Selain itu, industri makanan juga mampu menorehkan kinerja ekspornya secara positif di tengah tekanan imbas pandemi Covid-19.
Lihat Juga :