Program PEN Bank Himbara Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Selasa, 19 April 2022 - 10:50 WIB
loading...
Program PEN Bank Himbara...
Bank-bank Himbara dinilai berhasil melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kalangan ekonom memproyeksi kinerja sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) semakin meningkat pada kuartal pertama tahun ini. Sebab, sektor perbankan, khususnya Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN, dinilai berhasil melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah, sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto mengatakan, kinerja yang dibukukan Himbara, tahun ini diperkirakan bahkan lebih baik dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2021.

Baca Juga: Himbara Diharapkan Makin Berperan Sebagai Motor Penggerak Ekonomi

Ada sejumlah faktor yang menjadi pendorong membaiknya kinerja bank Himbara pada kuartal I-2022. Di antaranya, yakni meningkatnya konsumsi masyarakat dan tumbuhnya permintaan kredit. "Bank BUMN kinerjanya tetap positif, karena ekonomi mulai pulih dan permintaan kredit meningkat," kata Eko di Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Eko menambahkan, terdongkraknya konsumsi masyarakat yang berimbas pada meningkatnya permintaan kredit, salah satunya dipicu oleh pertumbuhan ekonomi nasional pada tiga bulan pertama tahun ini. Dia berpendapat, proyeksi pemerintah cukup realistis. Alasannya, faktor low base effect triwulan pertama tahun 2021 hanya -0,74%.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melaju pada kuartal I 2021. Pemerintah optimistis, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 berpeluang tumbuh 4,5% hingga 5,2% secara tahunan atau year on year (yoy), dengan titik tengah 5,0% yoy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rekomendasi
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Berita Terkini
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved