Disentil Zelensky, Jerman Masih Sulit Mengakhiri Impor Minyak Rusia
Kamis, 21 April 2022 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pesan Putin ke Eropa: Anda Masih Membutuhkan Gas Rusia
Tetapi Lindner mengaku, khawatir tentang dampak ekonomi makro yang akan ditimbulkan oleh penghentian energi Rusia dalam semalam.
"Saya tidak takut (dengan) dampak ekonomi (dari membeli lebih sedikit energi Rusia). Saya takut skenario fisik, jika Anda harus menghentikan pasokan untuk jalur produksi secara menyeluruh ini menyebabkan lebih dari dampak ekonomi," kata Lindner.
"Saya pikir lebih baik memiliki sanksi, yang bisa kita tahan selama berbulan-bulan, atau bertahun-tahun," katanya.
Lindner menambahkan, invasi Rusia ke Ukraina adalah akar penyebab meningkatnya risiko geopolitik dan ekonomi termasuk inflasi, kekurangan pangan dan krisis utang untuk negara-negara berpenghasilan rendah.
Tetapi dia juga mengkritik pendekatan pemerintah Berlin sebelumnya yang mengandalkan Rusia untuk minyak dan gas. "Itu adalah kesalahan perhitungan strategis dari pemerintah Jerman, selama dua dekade terakhir, dan sekarang kita harus melakukan diversifikasi energi," katanya.
Tetapi Lindner mengaku, khawatir tentang dampak ekonomi makro yang akan ditimbulkan oleh penghentian energi Rusia dalam semalam.
"Saya tidak takut (dengan) dampak ekonomi (dari membeli lebih sedikit energi Rusia). Saya takut skenario fisik, jika Anda harus menghentikan pasokan untuk jalur produksi secara menyeluruh ini menyebabkan lebih dari dampak ekonomi," kata Lindner.
"Saya pikir lebih baik memiliki sanksi, yang bisa kita tahan selama berbulan-bulan, atau bertahun-tahun," katanya.
Lindner menambahkan, invasi Rusia ke Ukraina adalah akar penyebab meningkatnya risiko geopolitik dan ekonomi termasuk inflasi, kekurangan pangan dan krisis utang untuk negara-negara berpenghasilan rendah.
Tetapi dia juga mengkritik pendekatan pemerintah Berlin sebelumnya yang mengandalkan Rusia untuk minyak dan gas. "Itu adalah kesalahan perhitungan strategis dari pemerintah Jerman, selama dua dekade terakhir, dan sekarang kita harus melakukan diversifikasi energi," katanya.
(akr)
Lihat Juga :