Dongkrak Perdagangan dan Investasi, Pemerintah Kebut Ratifikasi RCEP

Kamis, 21 April 2022 - 22:27 WIB
loading...
Dongkrak Perdagangan...
Ratifikasi RCEP diharapkan segera rampung. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Terkait Regional Comprehensive Economic Partnership ( RCEP ), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyampaikan, pemerintah telah menerapkan target batas untuk ratifikasi, dan diharapkan bisa diselesaikan pada semester I 2022 melalui undang-undang.

Baca juga: RCEP Akan Membuat Investasi ke Indonesia Terdongkrak 20%

"Jadi, kita melihat bahwa proses sedang berjalan, persisnya kapan mudah-mudahan bisa sesuai yang ditetapkan sesuai rancangan waktu penyelesaian ratifikasi tersebut," ujar Faizasyah dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Dia mengatakan bahwa RCEP tentunya Kementerian Perdagangan yang bisa memberikan asesmen atau perkiraan, namun pihaknya mencatat bahwa RCEP akan melingkupi sekitar 29% penduduk dunia dengan kombinasi GDP sebesar 30,2% dari GDP dunia, dan aktivitas perdagangan sekitar 27% perdagangan dunia.

"Sehingga, porsinya sangat besar. Harapannya kita bisa memaksimalkan peluang yang bisa dimunculkan oleh RCEP untuk bisa katakanlah meningkatkan nilai ekspor kita ke dalam kerangka RCEP itu sendiri," ungkap Faizasyah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Rekomendasi
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved