Pelabelan BPA Dorong Persaingan Pasar AMDK Lebih Sehat
Jum'at, 22 April 2022 - 11:40 WIB
loading...
Rencana pelabelan BPA galon guna ulang polikarbonat akan mendoron persaingan usaha yang lebih sehat. FOTO/ANTARA Photo
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Tjahjanto Budisatrio menilai rencana pelabelan BPA pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon guna ulang polikarbonat (plastik keras) akan memicu persaingan usaha yang lebih sehat di pasar.
"Persaingan yang sehat akan terjadi jika konsumen makin sadar akan kesehatannya," kata Tjahjanto dalam webinar bertajuk Menuju Masyarakat Sehat dan Pasar Sehat, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: KPPU Minta Penjelasan BPOM Soal Pelabelan BPA pada AMDK Galon
Menurut dia pelabelan BPA akan membuat orang sadar untuk memilih, apakah dia menginginkan produk yang sudah dikasih label dan tahu implikasi kesehatannya atau produk yang tidak mengandung BPA. Pada saat yang sama, produsen produk yang mengandung BPA pun akan terdorong untuk memperbaiki produknya dan berinovasi untuk dapat tetap bersaing.
"Inilah kondisi yang disebut dalam dunia ekonomi sebagai contestable market. Inilah kondisi yang kita harapkan, bahwa pasar mengarah kepada kondisi yang benar-benar bersaing secara sehat," kata dia.
Sebagaimana diketahui, BPA merupakan bahan kimia yang menjadi bahan baku dalam proses produksi kemasan plastik keras atau polikarbonat. Dalam ratusan publikasi ilmiah, BPA disebut bisa menyebabkan antara lain kanker dan gangguan hormonal terkait kesuburan.
"Persaingan yang sehat akan terjadi jika konsumen makin sadar akan kesehatannya," kata Tjahjanto dalam webinar bertajuk Menuju Masyarakat Sehat dan Pasar Sehat, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: KPPU Minta Penjelasan BPOM Soal Pelabelan BPA pada AMDK Galon
Menurut dia pelabelan BPA akan membuat orang sadar untuk memilih, apakah dia menginginkan produk yang sudah dikasih label dan tahu implikasi kesehatannya atau produk yang tidak mengandung BPA. Pada saat yang sama, produsen produk yang mengandung BPA pun akan terdorong untuk memperbaiki produknya dan berinovasi untuk dapat tetap bersaing.
"Inilah kondisi yang disebut dalam dunia ekonomi sebagai contestable market. Inilah kondisi yang kita harapkan, bahwa pasar mengarah kepada kondisi yang benar-benar bersaing secara sehat," kata dia.
Sebagaimana diketahui, BPA merupakan bahan kimia yang menjadi bahan baku dalam proses produksi kemasan plastik keras atau polikarbonat. Dalam ratusan publikasi ilmiah, BPA disebut bisa menyebabkan antara lain kanker dan gangguan hormonal terkait kesuburan.
Lihat Juga :