Sinyal Privatisasi, Kementerian BUMN Tawarkan Konversi Utang Garuda Menjadi Saham

Minggu, 24 April 2022 - 22:57 WIB
loading...
Sinyal Privatisasi,...
Pemerintah dan DPR sepakat menyelamatkan bisnis penerbangan Garuda Indonesia melalui restrukturisasi dan negosiasi utang senilai Rp139 triliun. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah dan DPR RI sepakat menyelamatkan bisnis penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk melalui restrukturisasi dan negosiasi utang senilai Rp139 triliun.

Ada sejumlah tawaran yang diberikan Kementerian BUMN selaku pemegang saham kepada vendor dan lessor Garuda.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengaku ada sejumlah tawaran yang diajukan Menteri BUMN Erick Thohir kepada lessor dan vendor. Salah satunya mengonversi sebagian utang emiten dengan kode saham GIAA ini menjadi saham.

Bila skema ini disetujui pemilik piutang, maka sebagian saham Garuda Indonesia menjadi milik vendor dan lessor. Hanya saja Alvin tidak merinci berapa persen saham yang akan dikonversi dengan utang jumbo Garuda.

Alvin mencatat, tawaran restrukturisasi ini cukup efektif untuk menyelamatkan emiten penerbangan pelat merah dari jurang kepailitan.

Pasalnya, langkah ini dapat meringankan beban keuangan perusahaan, sehingga kinerja bisnisnya dapat berjalan baik ke depannya.

"Sebagian lagi ditawarkan utang itu dikonversi menjadi saham. Nah, dengan cara seperti itu, vendor atau lessor yang menyetujui akan sangat meringankan beban Garuda dan Garuda dapat optimis bisa bertahan hidup," beber Alvin saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (24/4/2022).

Baca juga: Disuntik Modal Rp7,5 Triliun, Punya Utang Rp139 Triliun! Ini Kata Dirut Garuda

Informasi yang disampaikan Alvin sejalan dengan persetujuan Kementerian BUMN dan Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR Penyelamatan Garuda Indonesia saat melakukan rapat bersama pada Jumat (22/4/2022).

Di mana keduanya menyetujui adanya kemungkinan peluang privatisasi Garuda Indonesia melalui konversi utang menjadi saham dan masuknya tambahan modal.

Tak hanya itu, lanjut Alvin, pemerintah menawarkan agar utang Garuda Indonesia hanya dibayarkan 20-25% dari total utang yang dimiliki. Adapun waktu pelunasannya hingga 20 tahun ke depan dengan bunga 0%.

"Sepengetahuan saya, negosiasi saat ini adalah lessor maupun vendor itu akan ditawarkan opsi dengan yaitu dibayar dalam 20 tahun dengan bunga 0%. Itu pun juga dengan konferensi, misalnya untuk setiap dolar-nya itu dinilai sekitar 20-25 sen atau Garuda hanya membayar 20-25% dari nilai hutangnya," tutur dia.

Baca juga: Penyehatan Garuda Harus Menyeluruh, Ini Saran untuk Erick Thohir

Saat ini belum ada keterangan resmi ihwal kesepakatan lessor dan vendor atas tawaran yang diajukan pemegang saham. Alvin sendiri optimis bila pemegang piutang akan menyetujui isi proposal yang ditawarkan pemerintah saat ini.

Dia menilai, akan menguntungkan bagi Garuda Indonesia, vendor, dan lessor bila proposal restrukturisasi disetujui.



"Kreditur itu bersedia, tentunya mereka juga punya perhitungan tersendiri bahwa akan lebih menguntungkan bagi mereka jika bertahan hidup dan prospek bisnis di masa depan daripada Garuda dipailitkan saat ini, mereka mendapatkannya jauh lebih kecil," urainya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Rekomendasi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved