Perang Ekonomi Melawan Rusia Semakin Memanas

Senin, 02 Mei 2022 - 01:50 WIB
loading...
A A A
Sebagai tanggapan, Rusia berhenti memasok gas alam ke Polandia dan Bulgaria untuk menjadi aksi balasan dengan tujuan menekan negara-negara yang membantu Ukraina dan sinyal bahwa Rusia dapat memperketat keran ekspor energi atau menutup sepenuhnya jika merasa semakin terancam.

"Ketiga pihak dalam konflik ini, NATO, Rusia dan Ukraina, tensinya meningkat. Eskalasi lebih lanjut menjadi lebih mungkin ketika permusuhan meningkat," ucap Eurasia Group memperingatkan dalam analisis 27 April.

Pada saat yang sama, negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan memboikot minyak Rusia secara bertahap. Dimana mereka beranggapan mencari pengganti sumber lain untuk minyak lebih mudah dibandingkan gas Rusia.

Meski begitu, embargo minyak Rusia yang lebih luas akan menaikkan harga global untuk semua orang dan menambah inflasi di Eropa, Amerika Serikat dan di tempat lain. Pengetatan terhadap ekonomi Rusia menimbulkan kerusakan kolateral di banyak negara lain.

Sanksi terhadap sistem keuangan Rusia memiliki beragam efek. Tetapi sanksi-sanksi itu masih memberi ruang bagi Rusia untuk menjual minyak dan gas, dan Rusia kebetulan mendapat manfaat dari harga energi yang melonjak tinggi dimana sebagian disebabkan oleh invasinya sendiri ke Ukraina.

Beberapa analis berpikir Presiden Rusia, Vladimir Putin memutuskan untuk menyerang Ukraina setelah lensernya Kanselir Jerman Angela Merkel pada bulan Desember, atau bahkan saat Joe Biden menggantikan dari Donald Trump sebagai presiden AS Januari lalu.

Tetapi kemungkinan besar, harga energi yang tinggi menjelang invasi Rusia pada 24 Februari membujuk Putin bahwa dia akan memiliki bantalan pendapatan energi, bahkan dengan sanksi yang tak mungkin terelakkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Rekomendasi
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved