Sanksi Baru Inggris ke Rusia Targetkan Perdagangan Rp30,3 Triliun

Senin, 09 Mei 2022 - 13:30 WIB
loading...
Sanksi Baru Inggris...
Inggris telah mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia dan Belarusia sebagai tanggapan atas perang Ukraina, dimana menargetkan perdagangan senilai 1,7 miliar pounds atau setara Rp30,3 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Inggris telah mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia dan Belarusia sebagai tanggapan atas perang Ukraina , dimana menargetkan perdagangan senilai 1,7 miliar pounds atau setara Rp30,3 triliun (Kurs Rp17.827 per USD). Departemen Perdagangan Internasional mengatakan, tarif impor baru akan berlaku untuk barang-barang termasuk platinum dan paladium.

Dua logam itu sangat penting, lantaran digunakan dalam pembuatan suku cadang untuk ponsel dan komputer. Larangan ekspor akan menargetkan beberapa produk seperti bahan kimia, plastik, karet dan mesin. Nilai produk yang dikenai sanksi Inggris diperkirakan mencapai lebih dari 4 miliar pounds.

Baca Juga: Ogah Genjot Produksi, OPEC Menampar Eropa di Tengah Rencana Embargo Minyak Rusia

Tarif impor baru akan mencakup barang-barang senilai 1,4 miliar pounds sementara larangan ekspor yang direncanakan dimaksudkan berdampak pada produk senilai lebih dari 250 juta pounds di sektor-sektor ekonomi Rusia yang paling bergantung pada produk asal Inggris.

Pengumuman sanksi baru dirilis setelah para pemimpin G7 mengadakan panggilan video dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky bersama dengan Amerika Serikat (AS) serta Kanada yang juga memberlakukan sanksi baru.

"Kami bertekad untuk melakukan yang terbaik untuk menggagalkan tujuan Putin di Ukraina dan merusak invasi ilegalnya, yang telah melakukan tindakan barbar terhadap rakyat Ukraina," ujar Menteri Perdagangan Internasional Inggris, Anne-Marie Trevelyan.

“Paket sanksi yang luas ini akan menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada mesin perang Rusia," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Rekomendasi
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved