India Krisis Batu Bara, Pemadaman Listrik Melanda Seluruh Negeri
Selasa, 10 Mei 2022 - 08:36 WIB
loading...
A
A
A
Setidaknya sembilan negara bagian, termasuk Haryana, tempat pabrik milik Mall berada mengalami pemadaman berkepanjangan. Alasan utama mengapa pasokan listrik sangat terbatas adalah kekurangan batu bara.
Kondisi ini cukup ironis, mengingat India merupakan produsen dan konsumen batu bara terbesar kedua di dunia. Bahan bakar fosil membuat lampu negara tetap menyala: tiga perempat dari listrik yang dihasilkan menggunakan batu bara.
India duduk di atas cadangan batu bara tertinggi ketiga di dunia dan memiliki perusahaan pertambangan batu bara terbesar di dunia tetapi konsumsi per orang masih rendah.
India mengimpor sedikit yakni di bawah seperempat dari konsumsinya: sebagian besar adalah batu bara kokas yang digunakan dalam tanur tinggi untuk membuat baja karena tidak tersedia di dalam negeri. Namun ada kekurangan yang terus-menerus terjadi.
Oktober lalu, India terhuyung-huyung di ambang krisis listrik ketika stok di lebih dari setengah pada 135 pembangkit listrik tenaga batu bara negara itu sangat rendah, atau di bawah 25% dari tingkat normal. Sekarang stok batu bara dikatakan sangat rendah di 108 dari 173 pembangkit listriknya.
Perang di Ukraina membuat harga global batu bara dan gas alam melonjak, membuat impor tidak terjangkau. "Krisis ini lebih buruk daripada tahun lalu karena permintaan yang tinggi. Badai sempurna telah terbentuk sekarang, dan ada banyak alasan untuk disalahkan," kata Rahul Tonga, pengamat senior di Pusat Kemajuan Sosial dan Ekonomi (CSEP).
Gelombang cuaca panas hadir lebih awal dari perkiraan, dimana suhu rata-rata pada bulan April di India utara dan tengah adalah yang tertinggi dalam lebih dari 120 tahun. Kondisi itu telah mendorong permintaan listrik mencapai rekor.
Kondisi ini cukup ironis, mengingat India merupakan produsen dan konsumen batu bara terbesar kedua di dunia. Bahan bakar fosil membuat lampu negara tetap menyala: tiga perempat dari listrik yang dihasilkan menggunakan batu bara.
India duduk di atas cadangan batu bara tertinggi ketiga di dunia dan memiliki perusahaan pertambangan batu bara terbesar di dunia tetapi konsumsi per orang masih rendah.
India mengimpor sedikit yakni di bawah seperempat dari konsumsinya: sebagian besar adalah batu bara kokas yang digunakan dalam tanur tinggi untuk membuat baja karena tidak tersedia di dalam negeri. Namun ada kekurangan yang terus-menerus terjadi.
Oktober lalu, India terhuyung-huyung di ambang krisis listrik ketika stok di lebih dari setengah pada 135 pembangkit listrik tenaga batu bara negara itu sangat rendah, atau di bawah 25% dari tingkat normal. Sekarang stok batu bara dikatakan sangat rendah di 108 dari 173 pembangkit listriknya.
Perang di Ukraina membuat harga global batu bara dan gas alam melonjak, membuat impor tidak terjangkau. "Krisis ini lebih buruk daripada tahun lalu karena permintaan yang tinggi. Badai sempurna telah terbentuk sekarang, dan ada banyak alasan untuk disalahkan," kata Rahul Tonga, pengamat senior di Pusat Kemajuan Sosial dan Ekonomi (CSEP).
Gelombang cuaca panas hadir lebih awal dari perkiraan, dimana suhu rata-rata pada bulan April di India utara dan tengah adalah yang tertinggi dalam lebih dari 120 tahun. Kondisi itu telah mendorong permintaan listrik mencapai rekor.
Lihat Juga :