Porsi Kredit UMKM di Perbankan Masih Stagnan, Sri Mulyani Dukung Kehadiran Pinjol
Kamis, 12 Mei 2022 - 08:47 WIB
loading...
Sri Mulyani menyampaikan, Masih terdapat kesenjangan akses pembiayaan bagi UMKM, sebagai contoh porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan relatif stagnan sejak 2014. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekankan, usaha mikro dan kecil-menengah ( UMKM ) memiliki peran penting dalam perekonomian. Namun demikian dia menyampaikan, bahwa pengembangan UMKM masih menghadapi banyak kendala, termasuk akses terhadap pembiayaan.
"Masih terdapat kesenjangan akses pembiayaan bagi UMKM, sebagai contoh porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan relatif stagnan di kisaran 18% sejak 2014, jauh di bawah beberapa peer countries yang mencapai sekitar 30% hingga 80%," ujar Sri Mulyani saat seminar internasional bertajuk “Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth” yang digelar secara hybrid di Bali, Indonesia, Rabu (11/5).
Baca Juga: UMKM Awas Terjebak! Ini Ciri-ciri Pinjol Ilegal
Sambung mantan Direktur Bank Dunia itu, UMKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, investasi, dan pembangunan ekonomi. Di Indonesia, UMKM memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian dengan menyediakan 97% lapangan kerja, memiliki share lebih dari 60% PDB, dan lebih dari 60% investasi.
"Pandemi yang terjadi telah memukul UMKM cukup dalam. Dampaknya ialah kerentanan UMKM meningkat, terutama yang dikelola oleh perempuan karena hilangnya pendapatan dan terbatasnya akses keuangan," jelas Sri.
"Masih terdapat kesenjangan akses pembiayaan bagi UMKM, sebagai contoh porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan relatif stagnan di kisaran 18% sejak 2014, jauh di bawah beberapa peer countries yang mencapai sekitar 30% hingga 80%," ujar Sri Mulyani saat seminar internasional bertajuk “Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth” yang digelar secara hybrid di Bali, Indonesia, Rabu (11/5).
Baca Juga: UMKM Awas Terjebak! Ini Ciri-ciri Pinjol Ilegal
Sambung mantan Direktur Bank Dunia itu, UMKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, investasi, dan pembangunan ekonomi. Di Indonesia, UMKM memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian dengan menyediakan 97% lapangan kerja, memiliki share lebih dari 60% PDB, dan lebih dari 60% investasi.
"Pandemi yang terjadi telah memukul UMKM cukup dalam. Dampaknya ialah kerentanan UMKM meningkat, terutama yang dikelola oleh perempuan karena hilangnya pendapatan dan terbatasnya akses keuangan," jelas Sri.
Lihat Juga :