Pemerintah Larang Ekspor CPO, Saham Emiten Sawit Bergerak Variatif

Senin, 16 Mei 2022 - 16:39 WIB
loading...
Pemerintah Larang Ekspor...
Pengamat pasar modal Himawan Sutanto
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melarang untuk sementara waktu ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan bahan baku berbasis sawit lainnya.

Berdasarkan instruksi tersebut, Kemendag menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO, Refined, Bleached and Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD Palm Olein, dan Used Cooking Oil. Kebijakan ini efektif mulai 28 April 2022 lalu.

Di pasar modal, saham-saham emiten perkebunan bergerak variatif seusai pengumuman pemberlakuan larangan ekspor tersebut. Ada saham emiten perkebunan yang terkoreksi, namun sebaliknya justru ada yang mengalami kenaikan.

(Baca juga:IHSG Diprediksi Rebound, Cermati Saham-saham Ini)

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) , saham-saham emiten sawit diperdagangan pekan lalu masih di level aman walaupun saham-saham emiten tersebut bergerak sangat variatif dan berfluktuatif sangat cepat.

Saham emiten sawit PT. Triputra Agro Persada, Tbk (TAPG) misalnya, pada penutupan perdagangan Jumat (13/5/2022) mengalami penurunan 2,22%. Sementara itu saham emiten PT Pinago Utama, Tbk (PNGO) pada perdagangan akhir pekan lalu meski terjadi penurunan 2,60% tetapi trennya masih positif.

Emiten Astra Group, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada perdagangan pekan lalu terjadi kenaikan 0,62% meski cenderung terkoreksi. Emiten PT FAP Agri, Tbk (FAPA) justru cenderung mengalami tren positif dan terjadi kenaikan 0,56%.

(Baca juga:Joe Biden Menang, Saham-Saham Energi China Berjingkrakkan)

Sedangkan saham emiten PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia, Tbk (LSIP) juga mengalami kenaikan 1,13% meski cenderung sideway.

Dalam risetnya, pengamat pasar modal Himawan Sutanto menilai implikasi akibat adanya kebijakan pemerintah yang melarang ekspor CPO dan produk lainnya berbasis sawit langsung berdampak kepada penurunan pergerakan harga beberapa emiten kelapa sawit. “Tentunya kondisi ini memberikan sentimen negatif untuk sementara ini,” ujar Himawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/5/2022).

Namun demikian Himawan memprediksi harga saham emiten kelapa sawit akan rebound lagi setelah pemerintah mencabut larangan ekspor CPO dan produk lainnya berbasis sawit tersebut. “Tapi prediksi saya, pencabutan itu akan dilakukan pemerintah setelah situasi dan kondisi ketersediaan dan harga minyak di dalam negeri sudah stabil,” ujar Himawan.

(Baca juga:Ini Dia Penggosok Saham-Saham BUMN Jadi Kinclong)

Peristiwa ini, menurut Himawan, relatif mirip saat pemerintah melarang ekspor batubara beberapa waktu yang lalu. Di mana sempat mempengaruhi harga saham emiten batubara, namun setelah larangan ekspor tersebut dicabut akhirnya harga saham emiten batubara menguat kembali.

“Masih terdapat peluang bagi investor pasar modal ke depannya. Sehingga investor sebaiknya tetap selalu adaptif untuk menyesuaikan terhadap perubahan, pergerakan market dan kebijakan yang diberlakukan pemerintah,” ujar Himawan.

Namun demikian, Himawan juga mengingatkan kepada para investor pasar modal harus mewaspadai kondisi perekonomian secara makro yang terjadi saat ini. “Sebab banyak guncangan-guncangan ekonomi secara global yang dapat mempengaruhi perdagangan bursa saham di dalam negeri,” katanya.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Rekomendasi
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved