Mentan Sebut Pertanian Tak Boleh Lagi Pakai Cara Tradisional

Senin, 22 Juni 2020 - 07:52 WIB
loading...
Mentan Sebut Pertanian...
foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, di tengah pandemi roda pembangunan pertanian harus terus bergerak demi terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat. Untuk pemenuhan itu, peningkatan produksi menjadi sebuah kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau New Normal.

"Hal utama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan produksi nasional berbasis pertanian rakyat dan keberpihakan pada petani kecil," tegas Syahrul dalam suasana peringatan Hari Krida Pertanian, Minggu (21/6/2020).

Ia juga meminta agar para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian. Langkah itu penting agar masyarakat sadar bahwa pangan tidak boleh terhenti berproduksi.

"Pangan menjadi prioritas bagi negara, 267 juta rakyat masih akan terus butuh makan. Sektor lain penting, namun pangan paling utama. Apalagi di masa pandemi ini, kita merasakan sekali, butuh pangan sehat, pangan yang cukup. Gizi yang seimbang dan menyehatkan," kata Syahrul.

Ia mengungkapkan, bahwa pemerintah secara cepat melakukan realokasi anggaran senilai Rp1,85 triliun yang dialokasikan untuk bantuan benih/bibit, program padat karya, stabilisasi stok dan harga pangan, serta distribusi dan transportasi pangan. Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan skema bantuan untuk petani, baik KUR maupun asuransi pertanian.

"Pertanian akan terus kita perkuat dengan berbagai program prioritas. Kita akan pacu produksi pangan nasional, dan ini adalah momentum dimulainya suatu gerakan moral nasional untuk menggerakkan sumber daya yang ada untuk produksi," tambahnya.

Mentan menambahkan, dirinya ingin semangat ini, menjadi momentum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian modern, di saat inovasi dan teknologi akan menjadi panglimanya. Menurutnya, pertanian tidak boleh lagi dilakukan dengan cara-cara lama dan berpola tradisional,namun harus berubah menjadi lebih modern.

"Untuk itu, teknologi dan inovasi harus semakin digiatkan untuk meningkatkan produktivitas, pelibatan generasi muda dan start up, efisiensi tenaga kerja, dan perluasan pasar bagi industri serta ekspor," imbuhnya.

Mentan menegaskan, ketahanan pangan nasional Indonesia saat ini terjaga dengan baik. Dirinya bersyukur saat ini produktivitas sejumlah komoditas strategis tidak menunjukkan perlambatan. Hingga akhir Juni 2020, stok beras nasional diperkirakan mencapai 7,49 juta ton.

Antisipasi kemarau panjang juga dilakukan dengan mendorong percepatan tanam padi seluas 5,6 juta hektare pada musim tanam kedua di 33 provinsi.

Begitu pula perluasan areal tanam baru (PATB) tidak hanya dilakukan untuk padi, tapi juga jagung, bawang merah, dan cabai. PATB difokuskan untuk daerah-daerah yang mengalami defisit pangan. Produksi gula, daging sapi, dan bawang putih juga ditingkatkan untuk mengurangi impor.

"Kita harus berterima kasih pada para petani yang tanpa lelah bekerja untuk pangan. Menjaga makanan kita cukup. Kita harus terus bersama dan gotong royong menjaga pangan Indonesia. Perjuangan kita masih panjang, dan petani akan selalu hadir sebagai pahlawan bagi bangsa ini, " tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Arief Prasetyo...
Profil Arief Prasetyo Adi, Plt Mentan Gantikan Syahrul Yasin Limpo
Jawab Soal Dugaan Korupsi,...
Jawab Soal Dugaan Korupsi, Mentan SYL: Saya Akan Selesaikan Semua Prosesnya
Tiba di Kantor Kementan,...
Tiba di Kantor Kementan, SYL Tak Gunakan Mobil dan Baju Dinas
Terungkap Kronologi...
Terungkap Kronologi Mentan SYL Hilang Usai Diterpa Isu Jadi Tersangka Korupsi
Mentan SYL Hilang, Jokowi...
Mentan SYL Hilang, Jokowi Tunjuk Wamentan Gantikan Tugas Jadi Menteri Pertanian
Mentan SYL Dikabarkan...
Mentan SYL Dikabarkan Hilang di Eropa Usai Diterpa Isu Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, UGM-Ewindo Kembangkan Bank Sayuran
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kapolda Metro Irjen...
Kapolda Metro Irjen Pol Karyoto Janji Selesaikan Kasus Firli Bahuri Dalam 1-2 Bulan
Rekomendasi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved