Pendapatan Usaha IATA Melesat 122 Persen di 2021 Berkat Akuisisi BCR

Rabu, 18 Mei 2022 - 17:19 WIB
loading...
Pendapatan Usaha IATA Melesat 122 Persen di 2021 Berkat Akuisisi BCR
Akuisisi BCR berdampak positif terhadap kinerja IATA. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk ( IATA ) telah melakukan konsolidasi laporan laba/rugi usai pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR) per 1 Desember 2021. Artinya laporan keuangan BCR per Desember telah masuk perhitungan IATA.

Baca juga: Sah! Hartono Tanoesoedibjo Jabat Komisaris MNC Energy Investments (IATA)

Direktur IATA Kushindrarto menyampaikan pendapatan usaha perseroan di 2021 sebesar USD17,162 juta, naik 122% dibandingkan periode sebelumnya dibanding tahun 2020 yang hanya USD7,7 juta.

"Kenaikan pendapatan ini dipengaruhi oleh sumber pertambangan karena perseroan pada tahun 2021 mengakuisisi BCR," ujar Kushindrarto dalam paparan di RUPST IATA, Rabu (18/5/2022).

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, IATA mencetak laba bruto USD1,6 juta di 2021, sedangkan laba (rugi) bersih sebesar USD460,2 ribu yang artinya menekan kerugian 93% pada tahun 2020 sebesar USD6,4 juta.





"Dengan laporan pengkonsolidasian hanya profit satu bulan saja dapat meningkatkan laba bruto dan menekan kerugian," katanya.

Sedangkan pencapaian Ebitda IATA di tahun 2021 yang positif menjadi USD4,5 juta dibanding periode sebelumnya di tahun 2020 yang USD842 ribu.

"Kenaikan ini juga pengaruh dari ekspansi perusahaan karena pada 2021 perusahaan telah mengkonsolidasikan BCR dengan sangat baik," tegasnya.

Selain itu jumlah aktiva yang diperoleh di tahun 2021 sebesar USD101,64 juta dibanding USD53,89 juta di tahun 2020. Jumlah liabilitas juga naik menjadi USD212 juta dibanding periode sebelumnya USD38,9 juta. Kemudian jumlah ekuitas di tahun 2021 sebesar USD110,3 juta dibanding periode sebelumnya hanya USD14,9 juta.

Baca juga: Sebut Penembakan Massal New York Terorisme, Biden: Supremasi Kulit Putih Racun

Kontribusi pendapatan perseroan dalam jasa pelabuhan dan pertambangan naik 54% di 2021 menjadi USD9,18 juta. Serta dari jasa penyewaan dan perawatan pesawat naik 46% menjadi USD7,9 juta.
(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1714 seconds (11.252#12.26)