India Larang Ekspor Gandum, Harga Pangan Global Bakal Mendidih

Kamis, 19 Mei 2022 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Pada bulan April, Indonesia yang mengekspor 30 juta ton minyak nabati, atau paling banyak di dunia, menerapkan larangan beberapa jenis ekspor minyak sawit. Kazakhstan, Mesir, Kosovo dan Turki juga telah melarang ekspor minyak nabati.

Sementara Malaysia, produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia telah bergerak ke arah yang berlawanan dengan mengusulkan pengurangan pajak ekspor sebanyak setengahnya. Langkah ini dimaksudkan untuk membantu mengisi kekurangan pasokan minyak sawit global.

Kenaikan harga gandum, tepung bunga matahari (produk sampingan dari minyak bunga matahari), kedelai, dan jagung, juga telah membuat harga untuk ayam, babi dan sapi lebih mahal, menaikkan harga unggas hingga daging.

Baca Juga: India Turun Tangan Atasi Krisis Pangan Global Efek Perang Rusia Ukraina

Di sisi lain Argentina melarang ekspor daging sapi bahkan sebelum perang untuk mengendalikan inflasi yang meningkat. Harga melonjak di India dan Thailand, dan di Inggris, harga ayam naik begitu cepat, sedangkan harga daging sapi semakin mahal.

Sementara itu, harga pupuk yang juga ada larangan ekspor dari China, Kirgistan, Rusia, dan Ukraina, telah meningkat 30% sejak awal 2022, di atas kenaikan 80% pada tahun 2021, menurut Bank Dunia. Ini akan terus menaikkan harga makanan di seluruh dunia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Rekomendasi
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved