India Larang Ekspor Gandum, Harga Pangan Global Bakal Mendidih
Kamis, 19 Mei 2022 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurut International Food Policy Research Institute (IFPRI), sebuah organisasi yang berbasis di Washington DC, pembatasan ekspor telah mempengaruhi 17% dari pangan dunia , yang diukur dengan jumlah kalori yang diperdagangkan, pada awal April. Jumlah tersebut akan meningkat secara substansial dengan larangan ekspor gandum India.
"Saat perang berlanjut, ada kemungkinan yang berkembang bahwa kekurangan makanan, terutama biji-bijian dan minyak nabati, akan menjadi akut. Kondisi ini menyebabkan lebih banyak negara beralih ke pembatasan perdagangan," kata IFPRI dalam laporannya.
Harga Pangan Melonjak
Harga gandum mencapai rekor tertinggi pada Maret 2022, hanya dalam waktu seminggu setelah invasi Rusia ke Ukraina. Dari pertengahan Februari hingga 17 Mei, harga telah meningkat 60%.
Kazakhstan, Kirgistan, Mesir, Serbia, Lebanon, antara lain, juga telah melarang ekspor gandum dan biji-bijian lainnya, menurut pelacak pembatasan ekspor makanan IFPRI.
Saat pasokan seret, China justru telah banyak membeli gandum yang menurut beberapa orang merupakan aksi penimbunan karena kekhawatiran panen yang buruk di negaranya.
Selain itu harga minyak goreng juga meningkat seiring pandemi dan juga naik tajam ketika perang memaksa Ukraina, pengekspor minyak biji bunga matahari terbesar di dunia, untuk menghentikan pengiriman. Lonjakan harga juga merembet ke minyak mentah.
"Saat perang berlanjut, ada kemungkinan yang berkembang bahwa kekurangan makanan, terutama biji-bijian dan minyak nabati, akan menjadi akut. Kondisi ini menyebabkan lebih banyak negara beralih ke pembatasan perdagangan," kata IFPRI dalam laporannya.
Harga Pangan Melonjak
Harga gandum mencapai rekor tertinggi pada Maret 2022, hanya dalam waktu seminggu setelah invasi Rusia ke Ukraina. Dari pertengahan Februari hingga 17 Mei, harga telah meningkat 60%.
Kazakhstan, Kirgistan, Mesir, Serbia, Lebanon, antara lain, juga telah melarang ekspor gandum dan biji-bijian lainnya, menurut pelacak pembatasan ekspor makanan IFPRI.
Saat pasokan seret, China justru telah banyak membeli gandum yang menurut beberapa orang merupakan aksi penimbunan karena kekhawatiran panen yang buruk di negaranya.
Selain itu harga minyak goreng juga meningkat seiring pandemi dan juga naik tajam ketika perang memaksa Ukraina, pengekspor minyak biji bunga matahari terbesar di dunia, untuk menghentikan pengiriman. Lonjakan harga juga merembet ke minyak mentah.
Lihat Juga :