Perang Rusia-Ukraina dan Larangan Ekspor India Tak Ganggu Suplai Gandum Sulsel

Jum'at, 20 Mei 2022 - 10:42 WIB
loading...
Perang Rusia-Ukraina...
Suplai gandum Sulsel tidak terdampak perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum India. Foto/Dok
A A A
MAKASSAR - Perang antara Rusia dan Ukraina yang terjadi beberapa bulan belakangan ini ditambah kebijakan baru dari India yang melarang ekspor gandum diproyeksi akan berdampak pada stabilitas pangan dalam negeri.

Diketahui, kebutuhan gandum Indonesia cukup besar untuk memenuhi permintaan industri makanan sebagai bahan baku pangan olahan seperti mi instan dan roti.

Baca Juga: India Larang Ekspor Gandum, Harga Pangan Global Bakal Mendidih

Meski demikian, khusus di Sulsel, perang Rusia-Ukraina dan kebijakan larangan eskpor gandum India disebut tidak memberikan dampak terhadap suplai atau ketersediaan gandum untuk industri makanan.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Dewa Nyoman Mahendra menyampaikan, aktivitas impor gandum Sulsel untuk memenuhi kebutuhan pabrik terigu sejauh ini tidak ada kendala.

Menurut Nyoman, larangan ekspor gandum yang dilakukan oleh negara India dan konflik Rusia-Ukraina tidak berpengaruh karena kebutuhan gandum di Sulsel selama ini disuplai dari Australia dan beberapa negara Amerika Selatan.

"Jadi kita mengimpor gandum itu untuk kebutuhan pabrik tepung kita, tapi bukan dari Ukraina. Kita impornya ada dari Australia dan ada juga beberapa dari negara Amerika Selatan," tegasnya.

Lanjut dia, India bukan negara pemasok gandum terbesar ke Indonesia melainkan paling banyak berasal dari Australia selama 2021 dengan nilai 1,2 miliar AS Dollar atau setara dengan Rp12,2 triliun.

Kendati demikian, dengan larangan ekspor yang dilakukan India tentu berdampak pada kestabilan harga gandum dunia yang saat ini naik hingga 60 persen.

Hal itu dinilai akan berpengaruh pada penyesuaian harga pokok produksi atau HPP produk makanan olahan berbahan baku gandum pada Mei 2022.

Baca Juga: Pasokan Global Terganggu, Rusia Siap Ekspor Gandum ke Indonesia

Nyoman Mahendra menambahkan, perang Ukraina-Rusia yang berakibat pada blokade laut hitam yang dilakukan Rusia juga berpengaruh pada ekspor gandum Ukraina. Pasalnya, laut hitam merupakan jalur ekspor gandum Ukraina ke Eropa dan beberapa negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor gandum Ukraina.

"Bisa jadi ada kenaikan harga karena Ukraina termasuk penghasil gandum tidak bisa lagi melakukan ekspor gandum, karena jalur untuk ekspor Ukraina melalui laut hitam itu sudah diblokade oleh Rusia," sebut Nyoman.

"Sehingga otomatis berpengaruh kepada pasokan dan juga kebutuhan gandum juga tinggi, pasti akan ada kekurangan yang mengakibatkan kenaikan harga," paparnya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Genjot Ekspor...
Rusia Genjot Ekspor Gandum ke Afrika, Awal Tahun Tembus 11,8 Juta Ton
5 Negara Tujuan Ekspor...
5 Negara Tujuan Ekspor Gandum Rusia, Salah Satunya Indonesia
Ekspor Gandum Rusia...
Ekspor Gandum Rusia Tembus Rekor Tertinggi, Penadah Terbesarnya Anggota Baru BRICS
Menyoroti Perbedaan...
Menyoroti Perbedaan Bea Masuk Gandum, KPPU Wanti-wanti Praktik Curang
Cara Rusia Mengurangi...
Cara Rusia Mengurangi Ketergantungan Rute Laut Hitam di Tengah Perang
5 Negara Afrika Jadi...
5 Negara Afrika Jadi Importir Terbesar Gandum Rusia, Ini Daftarnya
Gandum Pangan Dipakai...
Gandum Pangan Dipakai Pakan Ternak, KPPU Segera Panggil Pihak Terkait
7 Menu Sarapan yang...
7 Menu Sarapan yang Bikin Panjang Umur, Mudah Dibuat
Murka Soal Biji-bijian,...
Murka Soal Biji-bijian, Polandia Hentikan Pasokan Senjata ke Ukraina
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved