India Larang Ekspor Gandum, Pengusaha Terpaksa Naikkan Harga Mi, Roti hingga Biskuit
Jum'at, 20 Mei 2022 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan kondisi seperti ini mau tidak mau kita harus mencari alternatif dari tempat lain seperti Amerika, Kanada, Argentina, dan lainnya yang mana tentunya harganya akan jauh lebih mahal. Itu tidak bisa dihindari," tuturnya. Maka, lanjut dia, jangan heran jika ada kenaikan harga produk pangan seperti biskuit, roti, dan mi.
Baca juga: India Setop Ekspor Gandum, Produsen Mi Instan Bakal Naikkan Harga?
Saat ini, ungkap Adhi, para pengusaha makanan khususnya pengguna gandum tengah berupaya berinovasi memanfaatkan bahan baku lain seperti tepung tapioka, sagu, sorgum, dan lainnya.
Namun, tetap saja bahan utama yakni gandum tetap harus ada meskipun takarannya tidak banyak seperti kondisi normal.
"Saat ini sudah banyak perusahaan yang melakukan inovasi-inovasi untuk menggantikan sebagian terigu. Karena sifat tepung itu kan berbeda-beda, tidak bisa 100% digantikan. Karena kalau kita mempertahankan mutu, tentunya harus ada keterbatasan. Tapi saya tahu sudah banyak perusahaan yang melakukan substitusi apakah itu dengan tapioka, sagu, sorgum," bebernya.
Baca juga: India Setop Ekspor Gandum, Produsen Mi Instan Bakal Naikkan Harga?
Saat ini, ungkap Adhi, para pengusaha makanan khususnya pengguna gandum tengah berupaya berinovasi memanfaatkan bahan baku lain seperti tepung tapioka, sagu, sorgum, dan lainnya.
Namun, tetap saja bahan utama yakni gandum tetap harus ada meskipun takarannya tidak banyak seperti kondisi normal.
"Saat ini sudah banyak perusahaan yang melakukan inovasi-inovasi untuk menggantikan sebagian terigu. Karena sifat tepung itu kan berbeda-beda, tidak bisa 100% digantikan. Karena kalau kita mempertahankan mutu, tentunya harus ada keterbatasan. Tapi saya tahu sudah banyak perusahaan yang melakukan substitusi apakah itu dengan tapioka, sagu, sorgum," bebernya.
Lihat Juga :