Ini Sumber Kekayaan Profesor Paling Tajir di Indonesia: Punya Harta Rp34 Triliun
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
2. Sona Topas Tourism Industry, Tbk.
Perusahaan ini bergerakan di bidang penawaran jasa parisisata dalam dan luar negeri. Di perusahaan ini duduk putra dari Tahir, Jonathan Tahir, sebagai presiden komisaris. Kepemilikan tahir di perusahaan ini sebesar 11,5%. Dilihat dari situs perusahaan, untuk tahun 2021 peseroan belum melaporkan laporannya. Namun berdasarkan arsip sejumlah pemberitaan, pada semester I tahun 2021, kinerja SONA tertekan oleh pandemi. Pendapatannya hanya Rp29,4 miliar, berbanding jauh dengan periode yang sama tahun 2020 yang sebesar 224 miliar. SONA pun mengalami kerugian sebesar Rp54,7 miliar. Asetnya per Maret 2021 tercata Rp831 miliar.
3. PT Sejahteraraya Anugrahjaya, Tbk (Mayapada Hospital)
Di perusahaan yang IPO pada April 2011 ini, Tahir memiliki saham sekitar 59,99%, lewat PT Surya Cipta Inti Cemerlang. Tahir dan Jonathan Tahir duduk di jajaran komisaris. Di tahun 2021 SRAJ mengantongi pendapatan hingga Rp 1,92 triliun dengan laba Rp165,30 miliar. Total asetnya per Septmber 2021 sebesar Rp5,3 triliun.
Baca juga: Ekonomi RI Ingin Jadi 4 Besar Dunia, Erick Thohir: Kita Butuh Superhero Baru
4. PT Maha Properti Indonesia, Tbk. (MPRO)
Di perusahaan yang bergerak di bisnis properti ini, keluarga Tahir memiliki saham sebesar 59,5%. MPRO melakukan IPO padaa 2018. Dari laporan keuangan yang dipublikasikan, MPRO meraih pendapatan sebesar Rp54,16 miliar hingga kuartal III-2021. Jumlah itu turun 41,60% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di Rp92,7 miliar. Imbasnya, Maha Properti Indonesia hanya mengantongi laba bruto sebesar Rp22,92 miliar, turun 56,73% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp52,97 miliar.
Perusahaan ini bergerakan di bidang penawaran jasa parisisata dalam dan luar negeri. Di perusahaan ini duduk putra dari Tahir, Jonathan Tahir, sebagai presiden komisaris. Kepemilikan tahir di perusahaan ini sebesar 11,5%. Dilihat dari situs perusahaan, untuk tahun 2021 peseroan belum melaporkan laporannya. Namun berdasarkan arsip sejumlah pemberitaan, pada semester I tahun 2021, kinerja SONA tertekan oleh pandemi. Pendapatannya hanya Rp29,4 miliar, berbanding jauh dengan periode yang sama tahun 2020 yang sebesar 224 miliar. SONA pun mengalami kerugian sebesar Rp54,7 miliar. Asetnya per Maret 2021 tercata Rp831 miliar.
3. PT Sejahteraraya Anugrahjaya, Tbk (Mayapada Hospital)
Di perusahaan yang IPO pada April 2011 ini, Tahir memiliki saham sekitar 59,99%, lewat PT Surya Cipta Inti Cemerlang. Tahir dan Jonathan Tahir duduk di jajaran komisaris. Di tahun 2021 SRAJ mengantongi pendapatan hingga Rp 1,92 triliun dengan laba Rp165,30 miliar. Total asetnya per Septmber 2021 sebesar Rp5,3 triliun.
Baca juga: Ekonomi RI Ingin Jadi 4 Besar Dunia, Erick Thohir: Kita Butuh Superhero Baru
4. PT Maha Properti Indonesia, Tbk. (MPRO)
Di perusahaan yang bergerak di bisnis properti ini, keluarga Tahir memiliki saham sebesar 59,5%. MPRO melakukan IPO padaa 2018. Dari laporan keuangan yang dipublikasikan, MPRO meraih pendapatan sebesar Rp54,16 miliar hingga kuartal III-2021. Jumlah itu turun 41,60% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di Rp92,7 miliar. Imbasnya, Maha Properti Indonesia hanya mengantongi laba bruto sebesar Rp22,92 miliar, turun 56,73% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp52,97 miliar.
(uka)
Lihat Juga :