Menggali Harta Karun di Lumpur Lapindo, Ada Logam Tanah Jarang hingga CRM!

Kamis, 26 Mei 2022 - 22:55 WIB
loading...
Menggali Harta Karun di Lumpur Lapindo, Ada Logam Tanah Jarang hingga CRM!
Adanya harta karun di lumpur Lapindo diumumkan pertama kali oleh peneliti Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penelitian sudah berlangsung sejak 2020. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Lumpur Lapindo adalah bencana bagi sebagian orang. Di balik itu, peneliti menemukan harta karun yang amat berharga terkandung di Lumpur Lapindo.

Semburan lumpur Lapindo sendiri pertama kali keluar pada 29 Mei 2006. Artinya, usia lumpur Lapindo tahun ini adalah 16 tahun dan hingga sekarang penyebabnya masih misterius.

Baca Juga: Harta Karun di Lumpur Lapindo Tak Hanya Rare Earth, Siapa Pemiliknya?

Semburan lumpur berasal dari Sumur Banjar Panji 1 yang berlokasi di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi itu merupakan tempat pengeboran gas milik PT Lapindo Brantas, di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Adanya harta karun di lumpur Lapindo diumumkan pertama kali oleh peneliti Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penelitian sudah berlangsung sejak 2020 dan harta karun yang dimaksud adalah rare earth atau logam tanah jarang .

Bagaimana detail penemuan harta karun ini?

Studi terkait lumpur Lapindo dengan logam tanah jarang sudah dimulai sejak 2020. Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan studi di 9 lokasi berbeda dan salah satu lokasinya adalah lumpur Lapindo. Studi selesai pada 2021.

Terkait dengan jumlah logam langka tersebut, peneliti sampai sekarang belum bisa mengetahui secara pasti, karena masih mengintegrasikan temuan dengan Puslitbang tekMIRA Kementerian ESDM.

Menjadi pertanyaan sekarang, apa sebetulnya logam tanah jarang?

Menurut keterangan yang disampaikan laman American Geosciences, logam tanah jarang atau rare earth (REE) mengandung lima belas lantanida ditambah skandium dan itrium.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3697 seconds (11.252#12.26)