Cabut dari Rusia, Marriott: Sanksi Barat Bikin Sulit Jalankan Operasional

Sabtu, 04 Juni 2022 - 20:18 WIB
loading...
Cabut dari Rusia, Marriott:...
Jaringan hotel Marriott telah mengumumkan bakal meninggalkan Rusia setelah 25 tahun berada di Negeri Beruang Merah, begini alasannya. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Jaringan hotel Marriott telah mengumumkan bakal meninggalkan Rusia setelah 25 tahun berada di Negeri Beruang Merah tersebut. Pihak perusahaan menerangkan, pembatasan barat membuatnya tidak mungkin untuk tetap beroperasi di Rusia.

Perusahaan menutup kantornya di Moskow dan menghentikan sementara semua investasi di Rusia pada bulan Maret, setelah invasi ke Ukraina. Namun, 22 hotel di Rusia yang dimiliki oleh pihak ketiga diyakini tetap buka.

Baca Juga: Terungkap Rahasia Minyak Rusia Tetap Laris di Tengah Sanksi Embargo Barat

Marriott mengatakan, proses penangguhan operasi di Rusia sebagai kebijakan "kompleks". Dalam sebuah pernyataan, hotel Marriott mengatakan, "Kami telah sampai pada pandangan bahwa pembatasan AS (Amerika Serikat), Inggris, dan UE yang baru diumumkan akan membuat Marriott tidak mungkin untuk terus beroperasi atau mewaralabakan hotel di pasar Rusia."

Namun perusahaan mengutarakan, bakal tetap "fokus untuk merawat rekan-rekan kami yang berbasis di Rusia" dan telah mendukung individu di Ukraina dan Rusia untuk mendapatkan pekerjaan dengan Marriott di luar negara-negara yang terkena dampak konflik.

"Kami terus bergabung dengan rekan-rekan kami dan jutaan orang di seluruh dunia dalam harapan agar kekerasan saat ini bisa berakhir dan dimulainya jalan menuju perdamaian," tambahnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Perusahaan Raksasa Dunia yang Cabut dari Rusia Imbas Invasi Ukraina

Marriott bergabung dengan McDonald's, Starbucks, dan perusahaan lain yang memilih berjalan menuju pintu keluar dalam beberapa pekan terakhir ketika perang di Ukraina berlanjut dan sanksi Barat yang bertujuan mengisolasi Rusia secara ekonomi semakin gencar.

Protes publik atas invasi Vladimir Putin juga menekan brand-brand Barat untuk menjauhkan diri. Merek hotel menarik perhatian karena menjadi salah satu yang paling lambat merespons.

"Proses untuk menangguhkan operasi di pasar tempat Marriott beroperasi selama 25 tahun sangat kompleks," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Marriott tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kebijakannya keluar dari Rusia. Di sisi lain aset produsen mobila asal Prancis, Renault di negara itu dinasionalisasi, sementara McDonald's menjual restorannya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Rekomendasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved