Bersua dengan para Menkeu Anggota IsDB, Sri Mulyani: Mereka Bicara Soal Harga Energi
Selasa, 07 Juni 2022 - 15:16 WIB
loading...
Sri Mulyani mengungkap semua negara menghadapi dampak perang Rusia-Ukraina. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Selama mengikuti pertemuan tahunan (annual meeting) Islamic Development Bank ( IsDB ), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyimak situasi dan kondisi ekonomi dan keuangan negara-negara anggota IsDB.
Baca juga: Erick Thohir Pastikan Menkeu Lunasi Kompensasi PLN dan Pertamina Rp109 T
"Saya berbincang dengan beberapa menteri, di antaranya Menteri Negara Keuangan United Arab Emirat Mohamed Hadi Al Hussaini membahas pertemuan IsDB, situasi geopolitik, dan sanksi ekonomi ke Rusia, serta harga migas," ujar Sri dalam akun Instagramnya @smindrawati di Jakarta, Selasa(7/6/2022).
Dengan Menteri Keuangan Turkey Nureddin Nubeti, membahas situasi geopolitik dan dampak ke perekonomian, tantangan inflasi akibat kenaikan harga energi dan pangan dunia, dan agenda pertemuan G20 menteri keuangan dan bank sentral bulan Juli nanti.
"Menkeu Iran, Uzbekistan, Nigeria, Uganda, Cameron dan Senegal. Mereka semua berbicara mengenai tantangan dalam menghadapi pandemi dan krisis kenaikan harga energi dan pangan dunia akibat perang di Ukraina," ungkapnya.
Baca juga: Erick Thohir Pastikan Menkeu Lunasi Kompensasi PLN dan Pertamina Rp109 T
"Saya berbincang dengan beberapa menteri, di antaranya Menteri Negara Keuangan United Arab Emirat Mohamed Hadi Al Hussaini membahas pertemuan IsDB, situasi geopolitik, dan sanksi ekonomi ke Rusia, serta harga migas," ujar Sri dalam akun Instagramnya @smindrawati di Jakarta, Selasa(7/6/2022).
Dengan Menteri Keuangan Turkey Nureddin Nubeti, membahas situasi geopolitik dan dampak ke perekonomian, tantangan inflasi akibat kenaikan harga energi dan pangan dunia, dan agenda pertemuan G20 menteri keuangan dan bank sentral bulan Juli nanti.
"Menkeu Iran, Uzbekistan, Nigeria, Uganda, Cameron dan Senegal. Mereka semua berbicara mengenai tantangan dalam menghadapi pandemi dan krisis kenaikan harga energi dan pangan dunia akibat perang di Ukraina," ungkapnya.
Lihat Juga :