Rusia Gas Pol Ekspor Minyak dari Pelabuhan Timur Mengimbangi Embargo Uni Eropa

Rabu, 08 Juni 2022 - 02:31 WIB
loading...
Rusia Gas Pol Ekspor...
Rusia meningkatkan ekspor minyak dari pelabuhan timur di Kozmino untuk memenuhi lonjakan permintaan dari pembeli Asia. Ditambah mengimbangi dampak sanksi embargo Uni Eropa (UE). Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Rusia meningkatkan ekspor minyak mentah dari pelabuhan timur utama di Kozmino sebesar sekitar seperlima, dimana bertujuan untuk memenuhi lonjakan permintaan dari pembeli Asia. Ditambah mengimbangi dampak sanksi embargo Uni Eropa (UE) , seperti dilansir Reuters.

Moskow mengatakan pihaknya berharap bisa mengalihkan ekspor sektor energi dari Barat ke Asia. Akan tetapi mereka harus melakukannya melalui perjalanan kapal tanker yang panjang dari pelabuhan laut Eropa dengan biaya mahal dan diperumit oleh sanksi Barat atas konflik di Ukraina.

Baca Juga: Rusia Dihantam Paket Sanksi Terbaru Uni Eropa, Intip Fakta-faktanya

Monopoli pipa Rusia Transneft telah meningkatkan jumlah minyak mentah yang dipompa ke Kozmino di rute minyak utama Asia, pipa Samudra Pasifik Siberia Timur (ESPO), sebesar 70.000 barel per hari (bpd) dengan menggunakan aditif kimia untuk mempercepat aliran minyak, kata sumber itu yang tidak ingin disebutkan namanya.

Transneft tidak segera membalas permintaan komentar dari Reuters. Sementara itu Moskow juga berencana mengirim tambahan 80.000 bpd dari apa yang disebut minyak mentah ESPO Blend ke Kozmino melalui kereta api dari Meget, rute yang sebelumnya digunakan untuk memasok Kozmino dan kilang domestik ketika pipa ESPO sedang dibangun.

Pasokan tambahan bakal memungkinkan Kozmino untuk meningkatkan pemuatan keseluruhan menjadi sekitar 900.000 bpd pada bulan-bulan selanjutnya, dari rata-rata sekitar 750.000 bpd sepanjang tahun ini. Pada tahun 2021, Kozmino memuat sekitar 720.000 bpd (35,1 juta ton).

Ekspor minyak ESPO melalui Kozmino direncanakan akan mencapai level tertinggi sepanjang masa sekitar 880.000 bpd pada bulan Juli. UE baru saja mengumumkan embargonya terhadap minyak Rusia pekan lalu, dengan menerangkan akan menghentikan impor 90% minyak dan produk dari Rusia mulai akhir tahun.

Baca Juga: Membongkar Fakta-fakta Siapa Saja Penadah Minyak Rusia dan Mantan Pembelinya

Perusahaan-perusahaan di China, yang telah berulang kali mengkritik sanksi Barat terhadap Moskow, dan di India diketahui telah membeli lebih banyak minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir di tengah diskon harga.

Pipa ESPO, yang menghubungkan ladang minyak Siberia Rusia ke Kozmino dan pelanggan China melalui darat, memiliki kapasitas keseluruhan 1,64 juta bpd.

Kozmino saat ini memiliki kapasitas untuk menangani pemuatan hingga 1,1 juta bpd, kata salah satu sumber. Tetapi kapasitas pipa dan kereta api yang terbatas tidak akan memungkinkannya mencapai tingkat itu tanpa pekerjaan konstruksi lebih lanjut.

Peningkatan muatan minyak dari Kozmino dapat memaksanya menggunakan lebih banyak kapal Suezmax, yang biasanya masing-masing membawa 800.000 hingga 1 juta barel. Biasanya kapal Aframax yang membawa 500.000-750.000 barel, dianggap lebih populer di kalangan pembeli.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Berita Terkini
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved