Mengerikan Praktik Pinjol Bodong di India: Ancamannya Tebar Foto Telanjang Istri dan Video Porno
Rabu, 08 Juni 2022 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
BBC sendiri melaporkan telah melihat pesan yang dikirim ke korban, termasuk ancaman untuk memberi tahu keluarga dan rekan kerja tentang utang korban. Namun ada juga yang lebih brutal, dengan ancaman membuat dan mendistribusikan video porno menggunakan gambar korban.
Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk membasmi operator penipuan pinjaman. Pada Mei tahun lalu, Google didesak untuk meninjau aplikasi yang tersedia dari toko aplikasi Play-nya.
Google adalah komponen kunci, karena hampir semua orang India yang memiliki ponsel cerdas akan memiliki perangkat lunak operasinya, yang disebut Android, dan menggunakan layanan aplikasinya, Play. Tapi ketika menutup dari layanan tersebut. Pelaku pindah ke tempat lain, dan menggunakan pesan teks sederhana untuk beriklan.
Setelah mempelajari pinjaman digital, RBI telah meminta pemerintah untuk membuat undang-undang baru untuk membantu mengekang pinjaman ilegal. Ini termasuk agen pusat di RBI yang dapat memverifikasi aplikasi.
Pemerintah diperkirakan akan merespons dalam beberapa minggu mendatang. Tetapi setiap aturan baru akan datang terlambat bagi sebagian orang.
Sandeep Korgaonkar korban pinjol bodong, menurut keluarganya bunuh diri pada 4 Mei, karena ancaman dan pelecehan yang dia terima. Menurut saudaranya, Sandeep bahkan belum mengambil pinjaman, dia baru saja mengunduh aplikasi.
Segera setelah itu, para agen mulai menelepon rekan kerja Sandeep untuk memberi tahu mereka bahwa dia memiliki utang macet. Mereka juga memanipulasi gambarnya untuk membuat foto telanjang dan meneruskannya ke 50 rekannya.
Baca juga: Mahasiswa UI Juara 3 Asia Pacific dan 6 Dunia Ajang Shell Eco-Marathon 2022
"Pelecehan tidak berhenti, bahkan setelah dia mengajukan pengaduan polisi. Hidupnya menjadi seperti neraka, dia tidak bisa tidur atau makan," kata saudaranya.
Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk membasmi operator penipuan pinjaman. Pada Mei tahun lalu, Google didesak untuk meninjau aplikasi yang tersedia dari toko aplikasi Play-nya.
Google adalah komponen kunci, karena hampir semua orang India yang memiliki ponsel cerdas akan memiliki perangkat lunak operasinya, yang disebut Android, dan menggunakan layanan aplikasinya, Play. Tapi ketika menutup dari layanan tersebut. Pelaku pindah ke tempat lain, dan menggunakan pesan teks sederhana untuk beriklan.
Setelah mempelajari pinjaman digital, RBI telah meminta pemerintah untuk membuat undang-undang baru untuk membantu mengekang pinjaman ilegal. Ini termasuk agen pusat di RBI yang dapat memverifikasi aplikasi.
Pemerintah diperkirakan akan merespons dalam beberapa minggu mendatang. Tetapi setiap aturan baru akan datang terlambat bagi sebagian orang.
Sandeep Korgaonkar korban pinjol bodong, menurut keluarganya bunuh diri pada 4 Mei, karena ancaman dan pelecehan yang dia terima. Menurut saudaranya, Sandeep bahkan belum mengambil pinjaman, dia baru saja mengunduh aplikasi.
Segera setelah itu, para agen mulai menelepon rekan kerja Sandeep untuk memberi tahu mereka bahwa dia memiliki utang macet. Mereka juga memanipulasi gambarnya untuk membuat foto telanjang dan meneruskannya ke 50 rekannya.
Baca juga: Mahasiswa UI Juara 3 Asia Pacific dan 6 Dunia Ajang Shell Eco-Marathon 2022
"Pelecehan tidak berhenti, bahkan setelah dia mengajukan pengaduan polisi. Hidupnya menjadi seperti neraka, dia tidak bisa tidur atau makan," kata saudaranya.
(uka)
Lihat Juga :