Anggaran Prioritas Dipotong, DPR Sentil Menteri ESDM
Selasa, 23 Juni 2020 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya pun akan segera melakukan revisi anggaran agar secepat mungkin dibahas kembali dengan DPR. Rencananya proposal revisi anggaran tersebut sudah kembali diserahkan kembali ke DPR besok. “Kami mohon diberikan waktu satu hari, besok sudah kami sampaikan proposalnya,” ungkap Ego.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mendesak agar pemotongan anggaran kementerian dan lembaga tidak mengorbankan program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sebab itu, Kementerian ESDM perlu merevisi kembali realokasi anggarannya agar tetap fokus pada peogram-program tersebut.
“Berdasarkan kesimpulan, Komisi VII DPR RI dan Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM untuk melakukan penyesuaian alokasi anggaran 2020,” kata dia.
Berdasarkan laporan ESDM, jaringan gas rumah tangga yang sebelumnya ditargetkan 266.070 SR dipangkas 138.206 SR menjadi 127.864 tahun ini. Sementara itu, program konverter kit untuk nelayan sebanyak 40.000 paket dan petani 10.000 paket serta konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kilogram sebanyak 526.616 paket tahun ini seluruhnya dibatalkan.
Sedangkan program rooftop perkantoran atau gedung sosial atau rumah ibadah yang ditargetkan 800 unit tahun ini dipangkas menjadi 100 unit. Begitu juga dengan program PJU TS yang ditargetkan 45.000 titik dipangkas menjadi 16.800 titik tahun ini. Selain itu, kegiatan infrastruktur biogas komunal dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) penunjang tugas kementerian lembaga seluruhnya dibatalkan tahun ini. Sementera kegiatan infrastruktur revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga EBT dari 24 unit dipangkas menjadi 7 unit. Sebagai informasi, awalnya anggaran belanja Kementerian ESDM tahun dipangkas sebesar Rp3,5 triliun. Pemotongan anggaran dimaksudkan untuk membiayai penanggulangan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mendesak agar pemotongan anggaran kementerian dan lembaga tidak mengorbankan program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sebab itu, Kementerian ESDM perlu merevisi kembali realokasi anggarannya agar tetap fokus pada peogram-program tersebut.
“Berdasarkan kesimpulan, Komisi VII DPR RI dan Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM untuk melakukan penyesuaian alokasi anggaran 2020,” kata dia.
Berdasarkan laporan ESDM, jaringan gas rumah tangga yang sebelumnya ditargetkan 266.070 SR dipangkas 138.206 SR menjadi 127.864 tahun ini. Sementara itu, program konverter kit untuk nelayan sebanyak 40.000 paket dan petani 10.000 paket serta konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kilogram sebanyak 526.616 paket tahun ini seluruhnya dibatalkan.
Sedangkan program rooftop perkantoran atau gedung sosial atau rumah ibadah yang ditargetkan 800 unit tahun ini dipangkas menjadi 100 unit. Begitu juga dengan program PJU TS yang ditargetkan 45.000 titik dipangkas menjadi 16.800 titik tahun ini. Selain itu, kegiatan infrastruktur biogas komunal dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) penunjang tugas kementerian lembaga seluruhnya dibatalkan tahun ini. Sementera kegiatan infrastruktur revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga EBT dari 24 unit dipangkas menjadi 7 unit. Sebagai informasi, awalnya anggaran belanja Kementerian ESDM tahun dipangkas sebesar Rp3,5 triliun. Pemotongan anggaran dimaksudkan untuk membiayai penanggulangan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
(nng)
Lihat Juga :