Dampak Mengerikan Perang Ukraina Bagi Pasokan Pangan Global, WTO Was-was

Jum'at, 10 Juni 2022 - 01:42 WIB
loading...
A A A
Jika kesepakatan tidak dapat dibuat, "ini benar-benar akan menjadi situasi yang mengerikan di seluruh dunia", kata Okonjo-Iweala.

Dia mengatakan, 35 negara di Afrika mengimpor makanan dari wilayah Laut Hitam itu, sementara 22 lainnya mengimpor pupuk.
"Anda dapat membayangkan betapa besar dampaknya, bahkan hanya di benua Afrika," katanya.

"Saya harap kita tidak mengalami krisis pangan yang sangat parah selama beberapa tahun ke depan," sambungnya.

Diterangkan juga olehnya biji-bijian tidak dapat diekspor dari wilayah tersebut saat ini, begitu juga dengan panen yang akan datang pada bulan Juli. "dengan jumlah yang sama yang akan sia-sia, sehingga Anda dapat melihat bahwa ini bisa terjadi selama satu atau dua tahun ke depan, dan itu akan benar-benar menjadi bencana bagi bagian-bagian tertentu di dunia".

Okonjo-Iweala menambahkan, kemacetan rantai pasokan yang disebabkan oleh pandemi Covid dan kekurangan tenaga kerja memperburuk masalah ini. Selain itu, dia meminta para pemimpin untuk melonggarkan pembatasan ekspor pada bahan makanan, yang dapat memperburuk lonjakan harga pangan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Rekomendasi
Perkuat Akses Kesehatan...
Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat, Rudy Susmanto Dorong Sinergi Sektor Swasta dan Pemkab Bogor
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Solusi Transportasi...
Solusi Transportasi Praktis untuk Kelancaran Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Gus Ipul Sebut Bansos...
Gus Ipul Sebut Bansos Akan Disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
Tetap Cerdas di Era...
Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved