Dunia Bakal Menghadapi Krisis Pangan dan Kelaparan yang Parah, Zelensky Kasih Peringatan

Senin, 13 Juni 2022 - 10:35 WIB
loading...
Dunia Bakal Menghadapi...
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memperingatkan, bahwa dunia akan menghadapi krisis pangan yang parah, ketika perang Rusia di negaranya berlarut-larut. Foto/Dok
A A A
SINGAPURA - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memperingatkan, bahwa dunia akan menghadapi ' krisis pangan yang parah', ketika perang Rusia di negaranya berlarut-larut. Hal ini disampaikan Zelensky secara virtual saat berbicara dalam Dialog Shangri-La di Singapura, akhir pekan kemarin.

Baca Juga: Krisis Pangan Imbas Perang Rusia Ukraina, Putin Disebut Meniru Stalin di 1933

Zelensky menerangkan, kepada para delegasi bahwa negaranya tidak dapat mengekspor cukup makanan karena blokade Rusia di pelabuhan Laut Hitam, yang mencegah ekspor dikirim ke negara lain.

"Dunia akan menghadapi krisis dan kelaparan pangan yang akut dan parah," ungkapnya kepada 575 delegasi dari 40 negara pada dialog itu.

Baca Juga: Krisis Pangan Global di Depan Mata, Miliarder Rusia: Kecuali Perang Ukraina Dihentikan

Ukraina bersama dengan Rusia merupakan, salah satu produsen dan pengekspor gandum terbesar dan bahan pangan penting lainnya seperti biji-bijian dan beberapa jenis minyak nabati.

"(Krisis) pangan menyentuh Asia, Eropa dan Afrika. Rusia telah memblokir Laut Hitam. Harga naik. Rusia melanggar hukum internasional," kata Zelenskyy dalam sesi tanya jawab setelah pidatonya.

Rusia 'Berusaha Membuang' Hukum Internasional

Zelenskyy mengatakan, bahwa perang Rusia terhadap Ukraina adalah ancaman bagi sistem hukum internasional di luar dampak pada negaranya.

Diterangkan juga oleh Zelenskyy bahwa Rusia telah memulai 'kampanye disinformasi' dan menuduh bahwa perangnya terhadap Ukraina adalah "seolah-olah sesuatu tentang NATO ... tentang niat Barat untuk entah bagaimana maju di Eropa."

"Namun pada kenyataannya, perang Rusia melawan Ukraina bukan hanya tentang Eropa, ini tentang hal-hal yang penting secara global," katanya.

"Kepemimpinan Rusia "berusaha untuk membuang" semua pencapaian historis umat manusia, terutama sistem hukum internasional," kata Zelenskyy sembari menyerukan negara-negara lain untuk 'mematahkan kemampuan" Rusia dalam memblokir laut dan kebebasan navigasi.

"Jika tidak ada hukum internasional, dan ikan besar memakan ikan kecil dan ikan kecil memakan udang, kita tidak akan ada," katanya.

Berbicara kepada hadirin dari lokasi yang dirahasiakan di Kyiv, Zelensky mengatakan bahwa Ukraina "pasti akan memenangkan" perang yang telah dimulai Rusia ini. Dalam pidatonya berdurasi 20 menit, Zelensky kadang-kadang sangat berapi-api, yang ditanggapi oleh para delegasi dengan tepuk tangan meriah.

Dialog keamanan tiga hari itu diadakan untuk pertama kalinya setelah absen selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Prediksi Suram IMF Soal...
Prediksi Suram IMF Soal Perang AS-Israel vs Iran: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Rekomendasi
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
10 Pesepak Bola Terkaya...
10 Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Infografis
10 Negara Terhebat yang...
10 Negara Terhebat yang Pernah Tercatat dalam Sejarah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved