Kasus Covid-19 Naik Lagi, Kelanjutan PPKM Dibahas Sore Ini

Senin, 13 Juni 2022 - 12:37 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Naik...
Kenaikan kasus Covid-19 kembali terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh subvarian baru yaitu BA.4 dan BA.5. Lantas bagaimana dengan kelanjutan kebijakan PPKM. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kenaikan kasus Covid-19 kembali terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh subvarian baru yaitu BA.4 dan BA.5. Lantas bagaimana dengan kelanjutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) yang bakal dibahas sore ini.

Baca Juga: Bertambah 158 Orang, Kasus Aktif Covid-19 Tembus di Angka 2.214

Jubir Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Jodi Mahardi menilai, untuk mengatakan keberlanjutan kebijakan dan kelonggaran dari masa Pemberlakuan regulasi dan aturan PPKM akan dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Kementerian.

“(Untuk Nasib keberlanjutan dan kelonggaran PPKM) ini nanti direncanakan akan ada konpers (Keterangan pers) atau setelah ratas PPKM bersama presiden sore ini,” ujar Jodi Mahardi saat dihunungi MNC PORTAL, Senin (13/6/2022).

Sementara itu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, untuk peningkatan kasus yang disebabkan oleh varian ini berdasarkan pengalaman negara lain jauh lebih rendah dari Omicron dan dibandingkan momen Lebaran atau Natal kenaikannya juga relatif jauh lebih rendah.

“Meskipun kasus meningkat dalam seminggu terakhir, kabar baiknya adalah positivity rate di Indonesia masih relatif lebih rendah di 1,44% di bawah standar WHO yakni < 5%,” kata Menko Luhut dalam akun instagram resmi, dikutip Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Lebih Menular Masuk Indonesia, Kemenkes: Kita Pertahankan PPKM

Pemerintah telah sepakat akan menunggu hingga bulan Juli apabila kasus meningkat signifikan maka berbagai upaya mitigasi harus segera diberlakukan. “Dimana saya mendengarkan dengan hati-hati langkah apa yang seharusnya kita lakukan. Saya meminta pandangan para Ahli dan juga Menteri terkait,” urainya.

“Yang menenangkan bagi saya ialah hasil survey yang dilakukan di Jawa Bali berhasil melihat bahwa kadar antibodi masyarakat masih cukup tinggi. Namun, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk kita berhenti melakukan langkah-langkah pencegahan,” bebernya.

Sebagai catatan, PPKM terbaru saat ini telah masih berlangsung selama dua pekan dan terhitung sejak Selasa 7 Juni 2022 hingga 4 Juli 2022 mendatang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid Naik Lagi Jelang...
Covid Naik Lagi Jelang Nataru, Menhub Imbau Masyarakat Pakai Masker
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Loyo Imbas Kekhawatiran Pembatasan Covid-19 di China
Kasus Covid di China...
Kasus Covid di China Bikin Harga Minyak Sawit Turun ke Rp13 Juta per Ton
Lonjakan Covid di China...
Lonjakan Covid di China Turunkan Harga Minyak di Bawah USD100 per Barel
30 Kasino Lebih di Makau...
30 Kasino Lebih di Makau Tutup Imbas Wabah Covid-19 yang Kembali Menggila
Belum Vaksin Booster...
Belum Vaksin Booster Bakal Dilarang Masuk Mal, Luhut Beberkan Alasannya
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Covid-19 di India...
Kasus Covid-19 di India Naik Imbas Varian Baru, Banyak yang Rasakan Gejala Sakit Tenggorokan
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved