Ekspor Mobil Indonesia Diyakini dalam Tren Positif
Senin, 20 Juni 2022 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
“Apapun (alat) yang bergerak di atas roda. Bisa kami tangani ekspor impornya melalui terminal kendaraan IPCC. Selain mobil dan alat berat, terbuka untuk menggunakan jasa kami, untuk proses loading-unloding produk-produk kargo lainnya. Kami melayani selalu dengan penuh kehati-hatian, sejak dari gate masuk pelabuhan hingga masuk ke dalam kapal, atau sebaliknya,” ujar Rio.
Baca Juga: 8 Obat Kolesterol Tinggi Alami yang Bisa Dikonsumsi Setiap Hari
IKT merupakan bagian dari Pelindo Group yang saat ini berada di bawah Sub-Holding Pelindo Multi Terminal pascamerger Pelindo, yang mengkhususkan pada layanan penanganan pelabuhan untuk kendaraan. Kini sekitar 50.000-60.000 kendaraan untuk tujuan ekspor maupun impor ditangani setiap bulan. Pasca merger Pelindo, IPCC telah memperluas layananan di hampir semua pelabuhan utama di Indonesia. Selain di Pelabuhan Tanjung Priok, IPCC juga memberikan layanan di pelabuhan Belawan, Panjang Lampung, Gresik, Pontianak dan Makassar.
Pabrikan mobil nomor satu dan yang terbesar di Indonesia, Toyota, memercayakan pengurusan ekspor produk-produknya melalui Terminal Internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIN) Bob Azam belum lama ini mengatakan, pelabuhan terminal kendaraan milik IPCC di Tanjung Priok, sampai hari ini masih menjadi andalan utama pengurusan ekspor mobil rakitan dalam negeri (completely built up/CBU) dari Toyota.
Infrastruktur pelabuhan kendaraan IPCC saat ini dinilai memiliki banyak keunggulan yang strategis. Di antaranya, lokasi terminal kendaraan yang gampang diakses dari jalan tol. Sehingga truk-truk tronton yang mengangkut mobil dari pabriknya di Karawang bisa langsung dan gampang masuk ke pelabuhan. “Mobil kami ada yang diproduksi di Sunter dan di Karawang. Sebagian besar kita ekspor melalui Tanjung Priok,” paparnya.
Baca Juga: 8 Obat Kolesterol Tinggi Alami yang Bisa Dikonsumsi Setiap Hari
IKT merupakan bagian dari Pelindo Group yang saat ini berada di bawah Sub-Holding Pelindo Multi Terminal pascamerger Pelindo, yang mengkhususkan pada layanan penanganan pelabuhan untuk kendaraan. Kini sekitar 50.000-60.000 kendaraan untuk tujuan ekspor maupun impor ditangani setiap bulan. Pasca merger Pelindo, IPCC telah memperluas layananan di hampir semua pelabuhan utama di Indonesia. Selain di Pelabuhan Tanjung Priok, IPCC juga memberikan layanan di pelabuhan Belawan, Panjang Lampung, Gresik, Pontianak dan Makassar.
Pabrikan mobil nomor satu dan yang terbesar di Indonesia, Toyota, memercayakan pengurusan ekspor produk-produknya melalui Terminal Internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIN) Bob Azam belum lama ini mengatakan, pelabuhan terminal kendaraan milik IPCC di Tanjung Priok, sampai hari ini masih menjadi andalan utama pengurusan ekspor mobil rakitan dalam negeri (completely built up/CBU) dari Toyota.
Infrastruktur pelabuhan kendaraan IPCC saat ini dinilai memiliki banyak keunggulan yang strategis. Di antaranya, lokasi terminal kendaraan yang gampang diakses dari jalan tol. Sehingga truk-truk tronton yang mengangkut mobil dari pabriknya di Karawang bisa langsung dan gampang masuk ke pelabuhan. “Mobil kami ada yang diproduksi di Sunter dan di Karawang. Sebagian besar kita ekspor melalui Tanjung Priok,” paparnya.
(fai)
Lihat Juga :