Menteri ESDM Potong Anggaran Perjalanan Dinas, Untuk Apa?
Rabu, 24 Juni 2020 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
Dia menandaskan melalui tambahan alokasi dana tersebut program-program prioritas yang rencananya dihapus tahun ini tetap bisa jalan. Rinciannya pengadaan konverter kit gratis bagi nelayan tetap dianggarkan Rp131,2 miliar dengan jumlah 15 ribu paket, dan petani sebesar Rp61,9 miliar dengan jumlah 7.500 paket. Berikutnya, program kegiatan PJU-TS mendapatkan alokasi senilai Rp30,60 miliar untuk 1.800 titik. Sedangkan, kegiatan sumur bor air tanah mendapatkan alokasi anggaran Rp12 miliar untuk 12 titik.
"Kami sepakat yang sifatnya program prioritas untuk rakyat seperti konverter kit untuk nelayan dan petani, untuk itu kami datang dengan proposal Rp235,75 miliar," kata dia.
Namun penggeseran alokasi anggaran non operasional dianggap belum optimal oleh DPR. Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno meminta agar pos anggaran non operasional dipangkas hingga Rp350 miliar dialihkan untuk memenuhi program pembangunan infrastruktur energi khususnya di daerah pemilihan para anggota fraksi.
"Total nilai Rp1,6 triliun itu akan dirinci lagi dan kita akan lihat jika memang ada anggaran yang bisa di optimalisasi oleh Kementerian ESDM," ungkapnya.
"Kami sepakat yang sifatnya program prioritas untuk rakyat seperti konverter kit untuk nelayan dan petani, untuk itu kami datang dengan proposal Rp235,75 miliar," kata dia.
Namun penggeseran alokasi anggaran non operasional dianggap belum optimal oleh DPR. Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno meminta agar pos anggaran non operasional dipangkas hingga Rp350 miliar dialihkan untuk memenuhi program pembangunan infrastruktur energi khususnya di daerah pemilihan para anggota fraksi.
"Total nilai Rp1,6 triliun itu akan dirinci lagi dan kita akan lihat jika memang ada anggaran yang bisa di optimalisasi oleh Kementerian ESDM," ungkapnya.
(nng)
Lihat Juga :