Kian Nyata, Hantu Resesi di Amerika Ancam Ekonomi Dunia

Kamis, 23 Juni 2022 - 18:06 WIB
loading...
Kian Nyata, Hantu Resesi di Amerika Ancam Ekonomi Dunia
Ilustrasi foto/pexels/karolina grabowska
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa secara historis, tekanan inflasi yang tinggi di Amerika Serikat (AS) direspons dengan kenaikan suku bunga acuan yang tinggi pula.

Bahkan, kemungkinan akan diikuti dengan kontraksi balance sheet The Fed yang akan menyebabkan pengetatan likuiditas yang lebih dalam lagi.

"Dengan adanya pengetatan ini, akan memicu kondisi ekonomi yang cukup serius di berbagai negara. Bahkan, resesi di AS sekarang sudah makin dibahas atau kemungkinan terjadi resesi AS makin nyata terlihat dari berbagai pandangan," bebernya dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Dibayangi Hantu Resesi Harga Minyak Jatuh 2 Persen Lebih

Menurut dia, hal ini menyebabkan Consumer Confidence Index menurun cukup tajam. Munculnya inflasi yang tinggi, pengetatan moneter, dan hantu resesi di AS yang mulai disebut oleh berbagai pandangan dari para ekonom maupun pembuat kebijakan menyebabkan kondisi di AS menjadi salah satu faktor yang akan sangat mempengaruhi outlook ekonomi dunia.

"Kalau kita melihat quotation dari berbagai survei dan prediksi para ahli, menunjukkan peningkatan risiko resesi AS. Misal dari Bloomberg-US Recession This Year is Now More Not Likely Than Not: Nomura pada 20 Juni 2022," tuturnya.



Baca juga: Efek Domino Kenaikan Suku Bunga The Fed buat Indonesia

Dia mengatakan bahwa ini semua mengabarkan bahwa pandangan para ekonom, pembuat kebijakan, dan para ahli menunjukkan bahwa pilihan kebijakan AS dalam merespons inflasi yang tinggi dengan menaikkan suku bunga sangat memberikan kemungkinan terjadinya resesi di AS pada tahun ini dan bahkan kemungkinan berlangsung hingga 2023.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1396 seconds (11.97#12.26)