Waspada Fenomena Bubble Burst Startup, Ini Tips untuk Para Founder
Kamis, 23 Juni 2022 - 23:33 WIB
loading...
Founding Partner AC Venture Pandu Patria Sjahrir. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Founding Partner AC Venture Pandu Patria Sjahrir menyebut fenomena bubble burst perusahaan rintisan atau startup yang terjadi belakangan ini diakibatkan naiknya suku bunga Federal Reserve dan menyebabkan Cost of Capital naik sejak November-Desember 2021.
Hal ini kemudian membuat banyak investor memindahkan asetnya dari perusahaan dengan pertumbuhan tinggi (high growth) dan mencari perusahan dengan aset yang aman seperti komoditas.
"Banyak yang lari ke komoditas, juga precious metal, kepada asset class yang lain. Nah untuk perusahaan teknologi yang sangat high growth dan benefit dari low cost environment itu mereka mengalami penurunan karena banyak investor lari," kata Pandu, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: PHK Massal di Startup Mengingatkan Fenomena Dotcom di Era 2000an
Namun, lanjut Pandu, saat ini justru menjadi waktu yang sangat menarik untuk melihat perkembangan startup, karena masih adanya pertumbuhan di sektor teknologi.
Hal ini kemudian membuat banyak investor memindahkan asetnya dari perusahaan dengan pertumbuhan tinggi (high growth) dan mencari perusahan dengan aset yang aman seperti komoditas.
"Banyak yang lari ke komoditas, juga precious metal, kepada asset class yang lain. Nah untuk perusahaan teknologi yang sangat high growth dan benefit dari low cost environment itu mereka mengalami penurunan karena banyak investor lari," kata Pandu, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: PHK Massal di Startup Mengingatkan Fenomena Dotcom di Era 2000an
Namun, lanjut Pandu, saat ini justru menjadi waktu yang sangat menarik untuk melihat perkembangan startup, karena masih adanya pertumbuhan di sektor teknologi.
Lihat Juga :