Sri Mulyani Ungkap Soal Janji Kampanye Jokowi di Bidang Pendidikan

Senin, 27 Juni 2022 - 11:28 WIB
loading...
Sri Mulyani Ungkap Soal...
Sri Mulyani menceritakan ihwal janji kampanye Jokowi di bidang pendidikan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan adalah yang terbaik. Investasi di bidang pendidikan memberikan best return dari semua investasi di dunia.

Baca juga: BJ Habibie dalam Kenangan Sri Mulyani, Intelektual dan Berprestasi

"Makin muda, rate of return investasinya paling tinggi. Makanya di semua negara, usia pendidikan anak usia dini (PAUD) dijadikan suatu level dan tingkat pendidikan yang sangat penting dan perhatiannya juga sangat besar," ujar Sri dalam sambutannya di acara Merdeka Belajar Episode 21: Dana Abadi Perguruan Tinggi di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Sri berharap agar perguruan-perguruan tinggi di Indonesia juga ikut memikirkan cara memperbaiki PAUD di Indonesia. Jangan menganggap PAUD adalah persoalan lain di luar perguruan tinggi.

"Karena itu tidak bisa 'oh itu ibu-ibu yang lagi repot, ada yang ngurusin anak-anak, ngajarin pipis, ngajarin makan', engga kayak gitu juga. The first thing to put the foundation of character, value, dan bahkan dalam hal ini sikap yang baik itu adalah di PAUD itu," ungkap Sri.

Sri Mulyani menambahkan dana pendidikan diamanatkan sebesar 20% dari APBN. Dengan dana sebesar itu, bisa dilakukan berbagai strategi untuk meningkatkan SDM.

"Kita akan melihat berbagai pilihan kebijakan untuk strategi Indonesia memperbaiki kualitas pendidikan dan pada akhirnya kualitas SDM di Indonesia," jelas Sri.



Sri Mulyani pun menceritakan bahwa Jokowi pernah menyampaikan padanya bahwa dia mau memperbaiki kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Sri Mulyani lantas mengungkapkan cara untuk itu.

"Kebetulan saya anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UI, saya melihat lebih banyak 'dapurnya', bagaimana resources, governance, dan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi, dan sebagai Menteri Keuangan juga mendapatkan report mengenai perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTN-BLU) dan PTN-BH (badan hukum), dari dulu bolak balik dari BH menjadi non-BH, BLU dan lain-lain. Saya termasuk Menkeu yang ngikutin aja menterinya mau apa waktu itu. Sekarang minta jadi BH, BH loh badan hukum, bukan BH yang lain," kelakar Sri.

Tapi, sambung Sri, ide yang dia dukung adalah kemandirian dari sisi finansial menjadi sangat penting. Itu selalu dijadikan indikator penting untuk bisa meningkatkan kualitas perguruan tinggi, apalagi jika berbicara menjadi world class university.

"Oleh karena itu, waktu Pak Presiden menyampaikan caranya mendukung, ya saya menyarankan 'Bapak janjikan saja dalam kampanye Bapak akan memberikan dana abadi perguruan tinggi'. Kalau dilihat di kampanye beliau, ada seperti itu. Caranya menggunakan, universitas yang dapat duluan, waktu itu saya belum tahu, tapi sebagai Menkeu saya bertanggung jawab untuk merealisasikan janji Presiden mengenai anggaran abadi untuk perguruan tinggi, maka lahirlah itu anggaran abadinya," papar Sri.

Kemudian cara mengelolanya, menciptakan governance-nya, dan yang paling penting adalah menggunakannya secara maksimal dengan usulan Menteri Nadiem Makarim adalah dengan matching grand, yaitu dengan perguruan tinggi sendiri memiliki dana abadi dan LPDP.

Baca juga: Izin Usaha Dicabut, Hari Ini Hamilton Spa & Massage Kebayoran Baru Akan Ditutup Permanen

"Itu beda, dana abadi yang Rp7 triliun. Kenapa Rp7 triliun? Harusnya tahun 2022 ini kita bisa, mau menambah lagi, tapi karena Perpresnya belum keluar-keluar untuk APBN 2022 yang kita ketok Oktober, karena belum ada dasar hukum, saya belum berani mengalokasikan lebih banyak lagi. Makanya kemarin saya nagih, what is the governance untuk dana abadi ini? Maka lahirlah Perpres No. 111 Tahun 2021," tandas Sri.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Program Pendidikan Kesetaraan...
Program Pendidikan Kesetaraan MHU Cetak Ratusan Tenaga Kerja
EduCARE Journey: Saat...
EduCARE Journey: Saat CEO Turun Langsung ke Kelas untuk Anak-anak Indonesia
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
DADA Gandeng Al Azhar...
DADA Gandeng Al Azhar Syifa Budi Kembangkan Pendidikan Berbasis Global
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved