Ini 5 Importir Gas Rusia di Masing-Masing Negara Eropa

Jum'at, 01 Juli 2022 - 14:53 WIB
loading...
Ini 5 Importir Gas Rusia...
Sedikitnya ada lima importir gas Rusia di masing-masing negara Eropa yang kemungkinan terkena krisis bila pasokan dikurangi. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sedikitnya ada lima importir gas Rusia di masing-masing negara Eropa yang kemungkinan terkena krisis bila pasokan dikurangi. Upaya terbaik untuk mengantisipasi hal ini adalah dengan mengganti impor gas Rusia secara bertahap.

Melansir dari cnbc, Masih berlangsungnya invasi Rusia membuat negara ini mendesak pasokan gas negara Gazprom ke negara negara Eropa sebesar 60%. Pangsa impor gas Rusia ke Uni Eropa memang telah menurun dari 45% tahun lalu menjadi 31% pada April 2022, pangsa gas pipa juga ikut turun dari 40% tahun lalu menjadi 26% tahun ini.

Baca juga : PM Italia Bocorkan Fakta Terbaru: Mayoritas Importir Gas Rusia Membuka Rekening dengan Rubel

Meskipun begitu tentunya masih ada beberapa perusahaan di negara Eropa yang bergantung pada gas Rusia ini. Berikut daftar lima importir gas Rusia di masing-masing negara Eropa :

1. Eni (Italia)

Eni Italia dikonfirmasi hanya mendapatkan 65% dari volume pasokan gas yang diminta dari Gazprom Rusia. Kekurangan itu bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Italia Mario Draghi ke Ukraina.

Italia memang sedang mengurangi ketergantungan terhadap gas Rusia ini. Pada tahun lalu Italia memperoleh 40% impor gas dari Rusia. Sedangkan untuk tahun ini Italia bisa menurunkan impor gas sehingga kurang dari 24% dari total lima bulan pertama.

Dengan turunnya pasokan gas Rusia, Aljazair menjadi pemasok gas terbesar Italia yaitu sebanyak 31% dari total impor.

2. Shell Energy (Jerman)

Pada saat Rusia memotong pasokan gas ke Eropa, Jerman menjadi salah satu negara yang terkena getahnya. Gazprom dikatakan sempat memutus aliran gas ke perusahaan energi milik Jerman yaitu Shell Energy.

Hal ini dikarenakan perusahaan asal Jerman itu gagal melakukan pembayaran menggunakan rubel. Sebelumnya Rusia juga telah menghentikan pasokan gas alam ke beberapa negara Eropa. Diantaranya seperti Finlandia dan Bulgaria.

Gazprom mengungkapkan bahwa Shell Energy tidak akan membayar menggunakan rubell untuk gas yang dipasok ke Jerman. Dalam kontrak disebutkan bahwa pasokan gas yang ditetapkan mencapai 1,2 miliar kubik per tahun. Karena tidak bisa memenuhi pembayaran Gazprom memberhentikan pengiriman pada tanggal 31 Mei 2022 sampai Shell Energy membayar sesuai dengan tuntutan Rusia.

Baca juga : Bayar Rusia, Importir Gas Alam Terbesar di Jerman Buka Rekening Gazprombank

3. VNG (Jerman)

Berbeda dari Shell Energy yang harus dihentikan pasokan gasnya dari Rusia. Perusahaan VNG Jerman ini justru setuju untuk mentransfer pembayaran dengan rubel ke Gazprombank.

Hal ini dilakukan demi memenuhi tuntutan Rusia terhadap cara pembayaran gas Rusia, meskipun harus melalui skema yang rumit menggunakan cara pembayaran baru ini.

4. Orsted (Denmark)

Nasib perusahaan asal Denmark ini juga hampir sama dengan Shell Energy. Pemotongan dan pemberhentian pasokan gas ke Orsted ini juga dikarenakan kegagalan dalam pembayaran menggunakan rubel.

Ini dikarenakan sekitar 97% perusahaan Eropa menetapkan pembayaran dengan menggunakan euro atau dolar dengan Gazprom.

5. GasTerra (Belanda)

Berbeda dari dua perusahaan eropa sebelumnya yang mengalami pemotongan dan pemberhentian pengiriman gas Rusia. GasTerra hanyalah mendapat pemotongan saja.

Meskipun begitu pemotongan ini diperpanjang setelah mengetahui Gasterra telah membeli dan memperdagangkan gas atas nama pemerintah Belanda. Namun hal ini tidak terlalu menjadi masalah bagi perusahaan tersebut.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rekomendasi
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved