Konsumsi Kopi Tinggi, UKM dan Koperasi Bisa Jadi Pemasok
Kamis, 25 Juni 2020 - 17:46 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM mencatat konsumsi kopi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan pesat. Sepanjang periode 2016-2021 konsumsi kopi diprediksi tumbuh rata-rata 8,22 % per tahun. Pada 2016 konsumsi kopi mencapai 250.000 ton dan pada 2020 diprediksi mencapai 353.000 ton.
Peningkatan jumlah konsumsi kopi terlihat diikuti dengan perkembangan jumlah outlet kopi di Indonesia. Mengutip Riset Toffin, jumlah outlet kopi pada 2016 masih 1.083 outlet, kemudian melonjak tiga kali lipat menjadi 2.973 outlet pada 2019.
Tingginya konsumsi kopi di Indonesia merupakan potensi bagi pelaku UKM dan koperasi untuk menjadi pemasok bahan baku kopi. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong kemitraan UKM atau koperasi dengan pelaku usaha kopi yang lebih luas.
“Gerai kopi yang semakin meningkat jumlahnya tersebut menjadi potensi bagi koperasi dan UKM menjadi pemasok,” kata MenkopUKM di Jakarta, Kamis (25/6/2020).
Teten menyebutkan, koperasi merupakan salah satu produsen kopi yang patut diperhitungkan dalam industri kopi dalam negeri. Ada 47 koperasi kopi tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan sebagian merupakan eksportir kopi, antara lain ke Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
"Pemerintah tengah menyiapkan model usaha koperasi berbasis ekonomi kerakyatan, termasuk komoditas di dalam kawasan perhutanan sosial, serta program digitalisasi koperasi," katanya.
Lanjutnya, KemenkopUKM akan bekerja sesuai tugas dan fungsinya, yaitu membantu pengembangan model usaha berbasis ekonomi kerakyatan. Untuk komoditas yang berada di dalam kawasan perhutanan sosial, Kemenkop bekerja sama dengan Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Peningkatan jumlah konsumsi kopi terlihat diikuti dengan perkembangan jumlah outlet kopi di Indonesia. Mengutip Riset Toffin, jumlah outlet kopi pada 2016 masih 1.083 outlet, kemudian melonjak tiga kali lipat menjadi 2.973 outlet pada 2019.
Tingginya konsumsi kopi di Indonesia merupakan potensi bagi pelaku UKM dan koperasi untuk menjadi pemasok bahan baku kopi. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong kemitraan UKM atau koperasi dengan pelaku usaha kopi yang lebih luas.
“Gerai kopi yang semakin meningkat jumlahnya tersebut menjadi potensi bagi koperasi dan UKM menjadi pemasok,” kata MenkopUKM di Jakarta, Kamis (25/6/2020).
Teten menyebutkan, koperasi merupakan salah satu produsen kopi yang patut diperhitungkan dalam industri kopi dalam negeri. Ada 47 koperasi kopi tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan sebagian merupakan eksportir kopi, antara lain ke Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
"Pemerintah tengah menyiapkan model usaha koperasi berbasis ekonomi kerakyatan, termasuk komoditas di dalam kawasan perhutanan sosial, serta program digitalisasi koperasi," katanya.
Lanjutnya, KemenkopUKM akan bekerja sesuai tugas dan fungsinya, yaitu membantu pengembangan model usaha berbasis ekonomi kerakyatan. Untuk komoditas yang berada di dalam kawasan perhutanan sosial, Kemenkop bekerja sama dengan Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Lihat Juga :