Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Menguat
Rabu, 06 Juli 2022 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Pelaku pasar juga mencermati data ekonomi, termasuk laporan nonfarm payrolls Juni yang diperkirakan bakal dirilis pada hari Jumat, dan komentar perusahaan memberikan isyarat tanda-tanda puncak inflasi dan pendinginan pertumbuhan ekonomi, dengan musim pendapatan lainnya sudah dekat.
Data menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei, mencerminkan bahwa permintaan untuk produk tetap kuat bahkan ketika The Fed berusaha untuk mendinginkan ekonomi.
Secara terpisah, pertumbuhan bisnis di seluruh zona euro melambat lebih lanjut pada bulan Juni dan harga gas alam Eropa melonjak lagi, menyalakan kembali kekhawatiran resesi di blok tersebut.
"Risiko resesi langsung tidak nol dan kemungkinan tumbuh pada titik ini bahwa resesi dapat muncul nanti - tahun ini, atau bahkan mungkin hingga awal 2023," kata Bill Northey, direktur investasi senior di US Bank Wealth Management di Minneapolis.
Baca Juga: Ngerinya Dampak Inflasi AS: Bisa Munculkan Resesi Ekonomi
Data menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei, mencerminkan bahwa permintaan untuk produk tetap kuat bahkan ketika The Fed berusaha untuk mendinginkan ekonomi.
Secara terpisah, pertumbuhan bisnis di seluruh zona euro melambat lebih lanjut pada bulan Juni dan harga gas alam Eropa melonjak lagi, menyalakan kembali kekhawatiran resesi di blok tersebut.
"Risiko resesi langsung tidak nol dan kemungkinan tumbuh pada titik ini bahwa resesi dapat muncul nanti - tahun ini, atau bahkan mungkin hingga awal 2023," kata Bill Northey, direktur investasi senior di US Bank Wealth Management di Minneapolis.
Baca Juga: Ngerinya Dampak Inflasi AS: Bisa Munculkan Resesi Ekonomi
Lihat Juga :