Profil Ibnu Hajar, Presiden ACT Pengganti Ahyudin

Kamis, 07 Juli 2022 - 13:55 WIB
loading...
Profil Ibnu Hajar, Presiden...
Profil Ibnu Hajar mendadak ramai diperbincangkan setelah lembaga filantropi pengumpul donasi ACT disinyalir menyelewengkan dana donasi. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Profil Ibnu Hajar mendadak ramai diperbincangkan setelah lembaga filantropi pengumpul donasi ACT disinyalir menyelewengkan dana donasi . Pemberitaan tersebut lantas terus menguap dan sempat menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat.

Lantas, siapakah sebenarnya Ibnu Hajar ini?

Saat ini, Ibnu Hajar berstatus sebagai Presiden lembaga filantropi pengumpul donasi Aksi Cepat Tanggap atau biasa disebut ACT. Pada riwayatnya, Ibnu Hajar didaulat menjadi Presiden ACT menggantikan Pendiri sekaligus presiden ACT sebelumnya, yaitu Ahyudin.

Baca juga : Presiden ACT Minta Maaf ke Masyarakat

Selain dugaan penyelewengan dana umat, Ibnu Hajar dituding melakukan kudeta kepemimpinan kepada Ahyudin. Namun, dia membantah tuduhan tersebut. Seperti yang diketahui, Ahyudin sendiri sudah mengundurkan diri dari ACT sejak awal tahun 2022 lalu.

Jika melihat dari situs resmi ACT, dalam jajaran manajemen, Ibnu Khajar tercatat sebagai Ketua Pengurus ACT, dengan Sekretaris Sukorini dan Bendahara Echwan Churniawan.

Dari laman LinkedIn miliknya di @ibnu khajar, dia pernah mengenyam pendidikan Program Magister di Universitas Bina Nusantara (BINUS). Dia sendiri mengambil jurusan Information Technology.

Selain itu, dia mencantumkan beberapa riwayat pekerjaannya. Pada Mei 2012 sampai Juni 2015, dia menempati jabatan Vice President atau Wakil Presiden di Lembaga Pengumpul Donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Setelahnya, dia juga pernah menjadi Marketing Director di Global Qurban pada 2012 hingga 2017. Seperti yang diketahui, Global Qurban tersebut merupakan bagian dari ACT juga selain Global Zakat dan Global Wakaf.

Baca juga : Heboh Dana ACT, Bareskrim Polri Masih Selidiki

Berikutnya, dia juga mencantumkan posisi Marketing Director pada Global Wakaf Corporation.

Dikutip dari pemberitaan Sindonews sebelumnya, Ibnu Khajar akhirnya tampil ke publik dan melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang menyeretnya. Menurutnya, jabatan Presiden ACT memang pernah mendapat gaji Rp 250 Juta. Namun, tidak berlaku permanen karena kondisi ACT yang sedang tidak stabil.

Lebih lanjut, Ibnu Khajar juga menyampaikan permohonan maaf kepada bangsa Indonesia, atas pemberitaan belakang yang mungkin meresahkan. Setelahnya dia mengatakan bahwa seharusnya ACT menjadi salah satu kebanggaan bangsa. Karena saat ini berkiprah di 47 negara di dunia sebagai penyalur bantuan.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Kisah Habibie Berhasil...
Kisah Habibie Berhasil Taklukkan Dolar AS dari Rp17.000 ke Rp6.550
Wujudkan Kepedulian...
Wujudkan Kepedulian Sosial, MNC Bank Salurkan Donasi untuk Panti Asuhan di Jakarta Timur
Bencana Sumatera, Peserta...
Bencana Sumatera, Peserta PLN Mobile EVenture 2025 Galang Donasi Rp149,9 Juta
AWK Group Salurkan Bantuan...
AWK Group Salurkan Bantuan CSR dan Galang Donasi untuk Warga Terdampak Banjir Sumatera
Atomy Indonesia Ulurkan...
Atomy Indonesia Ulurkan Tangan, Salurkan Rp100 Juta untuk Dhuafa
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Berita Terkini
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved