Harga Minyak Dunia Merangkak Naik Diterpa Optimisme Pemulihan Permintaan
Jum'at, 26 Juni 2020 - 09:12 WIB
loading...
Harga minyak mentah dunia merangkak naik untuk memperluas keuntungan dari hari sebelumnya seiring optimisme tentang pemulihan permintaan bahan bakar di seluruh dunia. Foto/Dok
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak mentah dunia merangkak naik pada awal perdagangan, Jumat (26/6/2020) untuk memperluas keuntungan dari hari sebelumnya seiring optimisme tentang pemulihan permintaan bahan bakar di seluruh dunia. Meski begitu lonjakan kasus infeksi virus corona yang baru di beberapa negara bagian AS serta indikasi kebangkitan produksi minyak mentah AS masih membayangi pergerakan harga.
Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (WTI) tercatat meningkat 15 sen atau 0,48% untuk berada di level USD38,87 per barel. Meski begitu masih berada dalam jalur pelemahan dalam satu pekan terakhir. Sementara harga minyak berjangka Brent juga lebih tinggi 22 sen yang setara 0,5% menjadi USD41,27/barel.
(Baca Juga: Proyeksi IMF: Resesi Ekonomi Global Akan Lebih Buruk )
Analis mengatakan data satelit menunjukkan adanya peningkatan lalu lintas di China, Eropa dan di seluruh Amerika Serikat untuk menjadi sinyal pemulihan aktivitas yang nantinya berdampak dalam permintaan bahan bakar.
Kemacetan di Shanghai dalam beberapa minggu terakhir ini lebih tinggi daripada pada periode yang sama tahun lalu, sementara di Moskow, lalu lintas kembali ke tingkat tahun lalu. Data ini berdasarkan yang diberikan kepada Reuters oleh perusahaan teknologi TomTom.
Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (WTI) tercatat meningkat 15 sen atau 0,48% untuk berada di level USD38,87 per barel. Meski begitu masih berada dalam jalur pelemahan dalam satu pekan terakhir. Sementara harga minyak berjangka Brent juga lebih tinggi 22 sen yang setara 0,5% menjadi USD41,27/barel.
(Baca Juga: Proyeksi IMF: Resesi Ekonomi Global Akan Lebih Buruk )
Analis mengatakan data satelit menunjukkan adanya peningkatan lalu lintas di China, Eropa dan di seluruh Amerika Serikat untuk menjadi sinyal pemulihan aktivitas yang nantinya berdampak dalam permintaan bahan bakar.
Kemacetan di Shanghai dalam beberapa minggu terakhir ini lebih tinggi daripada pada periode yang sama tahun lalu, sementara di Moskow, lalu lintas kembali ke tingkat tahun lalu. Data ini berdasarkan yang diberikan kepada Reuters oleh perusahaan teknologi TomTom.
Lihat Juga :